TRANSKRIP​EPISODE 2

(Versi bahasa Inggris)

Episode Dua

Obsesi Indonesia dengan Aplikasi: Percakapan dengan Junde Yu dari App Annie

IndoTekno Podcast, 28 Mei 2020

ALAN 0:13
Selamat datang kembali di episode kedua Indo Tekno. Podcast Indo Tekno dikhususkan untuk segala sesuatu yang terkait dengan teknologi di Indonesia. Podcast berbahasa Inggris, dengan transkrip yang disertai dalam Bahasa Indonesia. Kami akan memberikan transkrip podcast Bahasa Indonesia di situs web kami.
 
Nama saya Alan Hellawell. Saya adalah tuan rumah dari Indotekno . Saya juga Pendiri konsultan teknologi bernama Gizmo dan Venture Partner di firma venture capital Alpha JWC Ventures.
 
Bagi Anda yang menonton episode pertama kami, kami mendiskusikan kondisi terkini terkait e-commerce dan logistik di Indonesia dengan Arne Jeroschewski dari Parcel Perform. Sebagai tambahan, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua yang memberi umpan balik setelah mendengarkan episode tersebut. Kami berharap podcast kami terus berkembang sesuai harapan Anda ke depan.
 
Hari ini, kami menjelajahi dunia aplikasi seluler di Indonesia. Jika kita memikirkan katalisator bagi pertumbuhan internet dan penyebaran perilaku digital, kami percaya bahwa aplikasi seluler telah menjadi penggerak paling kuat sebagai batu lompatan Indonesia ke era digital. Orang Indonesia adalah salah satu pengguna smartphone paling aktif di dunia, dengan rata-rata penggunaan 5,5 jam per hari di bulan Maret tahun ini. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari rata-rata penggunaan ponsel pintar Amerika.
 
Saya tahu tidak ada perusahaan lain yang secara khusus berusaha untuk memahami penggunaan dan perilaku aplikasi seluler selain App Annie.
 
Saya sangat senang untuk mengenalkan tamu saya, Junde Yu, VP Sales and Support di App Annie. Saya sudah kenal Junde selama hampir sepuluh tahun. Junde bergabung dengan AppAnnie pada 2011 dan telah memegang posisi sebagai kepala di area mobile selama lebih dari 15 tahun. Senang Anda bergabung dengan kami hari ini, Junde .
 
JUNDE  1 : 58 
Senang bergabung dengan Anda hari ini, Alan, saya tidak percaya sudah hampir 10 tahun sejak kita pertama kali bertemu. Rasanya seperti dunia yang berbeda dengan tempat kita hidup sekarang.
 
ALAN   2:05
Bisakah Anda memberi kami pengantar singkat mengenai AppAnnie?
 
JUNDE  2 : 1 0 
Kami sangat senang berbagi lebih banyak perspektif data App Annie di pasar yang menarik pada kondisi saat ini. App Annie adalah pemimpin global dalam data dan analisis pasar aplikasi seluler. Kami berkantor pusat di San Francisco dengan 12 kantor di seluruh dunia. Kami menyediakan analisis pihak pertama dan wawasan kompetitif untuk membantu perusahaan berhasil di area mobile. Data resmi kami sering dikutip oleh perusahaan global terkemuka seperti Apple, Google, Tencent, dan sebagainya.
 
ALAN   2:34
Junde, salah satu kata kunci paling dominan dalam kosakata internet di Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir adalah "SuperApp". Apakah Anda melihat bukti kuat adanya aplikasi seluler terkemuka di kawasan ini yang telah berkembang menjadi SuperApp, dilihat dari waktu yang dihabiskan pengguna dan metrik lainnya?
 
JUNDE  2 : 5 1 
Iya tentu saja. Konsep SuperApp adalah sebuah aplikasi seperti WeChat, di mana Anda dapat menggunakan beberapa layanan dalam satu aplikasi tunggal. Saat ini, kita melihat bahwa dua raksasa jasa angkutan berbasis teknologi Asia Tenggara, Gojek dan Grab, menjadi pemimpin dalam kategori SuperApp, tetapi aplikasi belanja juga mulai secara aktif memperluas penawaran mereka untuk lebih banyak melibatkan pengguna. Jadi seperti yang Anda sebutkan, waktu yang dihabiskan dalam aplikasi adalah metrik yang kami gunakan untuk sering mengukur SuperApp.

Ketika Grab dan Gojek pertama kali dimulai di pasar Indonesia, waktu rata-rata per pengguna per bulan untuk kedua aplikasi ini adalah sekitar 15 menit. Sekarang, tepat sebelum ada pandemi, angka tersebut naik menjadi sekitar satu jam dan 10 menit, karena orang-orang menggunakan aplikasi tidak hanya untuk naik memanggil, tetapi untuk berbagai layanan O2O (online-to-offline) lainnya seperti GoFood , GoMassage , dan sebagainya. Pada bulan April, meskipun ada penurunan besar dalam perjalanan karena pembatasan pergerakan, waktu rata-rata yang dihabiskan masing-masing pengguna per bulan masih sekitar 46 menit. Dan sekali lagi, ini terutama karena layanan online-to-offline lainnya dalam aplikasi tersebut meningkat. Aplikasi belanja seperti Shopee dan Lazada juga menawarkan berbagai fitur hiburan seperti pertunjukan streaming langsung dan mini games untuk melibatkan lebih banyak pengguna dan mempromosikan lebih banyak penggunaan mata uang virtual mereka. Selain itu, mereka juga telah berkelana ke area finance dengan ShopeePay serta kartu kredit Lazada untuk memberikan pengalaman belanja online yang lebih mulus.
 
ALAN 4:07
Di area utama mana Anda melihat adanya konsolidasi penggunaan?
 
JUNDE  4 : 1 2 
Berdasarkan kategori, dalam hal durasi penggunaan, kami tidak benar-benar melihat konsolidasi penggunaan di kategori teratas selama dua tahun terakhir di Indonesia. Faktanya, kita melihat bahwa durasi penggunaan dari dua kategori teratas—komunikasi dan sosial—persentasenya menurun. Dengan kata lain, sementara kategori-kategori tersebut masih terus berkembang, mereka menghitung bagian yang lebih kecil dari durasi penggunaan di semua kategori aplikasi. Di sisi lain, beberapa kategori besar yang mendapat keuntungan adalah kategori hiburan, belanja, permainan, dan keuangan. Sedangkan untuk kategori perjalanan dan lokal, tempat aplikasi Grab dan Gojeck berada, rentang waktu dari kategorinya juga telah tumbuh sebesar 75% dalam dua tahun terakhir.
 
ALAN   4:53
Sementara faktor-faktor seperti populasi besar Indonesia dan pertumbuhan kuat dalam penggunaan seluler telah menjadi daya tarik yang jelas, satu hal yang menjadi perhatian umum adalah apakah aplikasi seluler akan menghasilkan uang dengan baik di Indonesia. Misalnya, apakah pengguna masih akan menggunakan ride sharing setelah subsidi berakhir, apakah penggunaan e-commerce akan tetap kuat jika platform menarik kembali pengiriman gratis dan promosi lainnya? Apakah pengguna akan membayar untuk langganan video, musik, dan media lainnya?
 
JUNDE  5 : 2 0 
Itu pertanyaan yang menarik. Saya akan membahas dari apa yang terjadi di negara yang lebih dewasa dalam konteks mobile seperti Cina. Saya sendiri menghabiskan 10 tahun tinggal di China di tengah-tengah revolusi smartphone, jadi saya ingin mengatakan bahwa kita benar-benar dapat melihat banyak model bisnis masa depan di negara-negara berkembang seperti yang terjadi di Cina. Indonesia, seperti Cina, adalah pasar pertama yang sangat besar bagi mobile dan juga memiliki pasokan dana ventura yang bagus. Jadi ketika Didi dan Uber pertama kali mengalami perang harga di China, terjadi pertumbuhan besar dalam basis pengguna, karena banyak pengguna baru yang diberi insentif untuk mencoba layanan. Ketika Uber keluar dari Cina dan menyebabkan berakhirnya perang harga, penggunaan Didi tidak menurun meskipun harga kembali naik. Hal ini terutama terjadi pengguna telah terbiasa dengan kenyamanan menggunakan aplikasi tersebut. Jadi, jika kita beralih ke kategori hiburan dan music, jika kita melihat kategori-kategori ini di toko iOS, perlu juga dicatat bahwa China berada di antara tiga perusahaan teratas secara global dalam hal pendapatan pada dua kategori ini. Faktor umum yang mempengaruhi hal tersebut adalah orang-orang memiliki waktu luang dan hiburan tersebut mudah diakses, entah itu melalui TV, ponsel, maupun tablet. Kemudahan tersebut juga diterapkan Cina alam hal pembayaran; pengguna dapat membayar melalui Alipay untuk membeli aplikasi di AppStore, atau bahkan dengan menggunakan QR code yang terdapat di televisi untuk membayar konten on-demand. Kenyamanan dalam membeli dan barang yang hemat biaya merupakan faktor besar dalam penggunaan e-commerce. Hal tersebut telah mendorong perubahan global di mana toko fisik sekarang menjadi etalase online bermerek, seperti yang telah kita lihat diterapkan toko Alibaba dan Xiaomi. Situasi COVID sebenarnya juga mempercepat transisi ini untuk terjadi di banyak banyak perusahaan ritel batu bata dan mortir. Hal ini terutama berlaku untuk Indonesia, di mana seluruh populasi lebih dari 267 juta tersebar di lebih dari 70.000 pulau. Tidak semua pulau ini memiliki akses ke jenis barang yang sama yang tersedia di kota-kota besar.
 
ALAN   7:15
Tampaknya ada pembagian yang cukup jelas antara penerima manfaat dan korban pandemi COVID-19. Penerima manfaat tersebut di antara lain adalah Game, E-niaga, Healthtech , Edutech, dan pengiriman makanan. Adakah analisis menarik yang dapat Anda bagikan dengan pendengar mengenai tren di bidang ini?
 
JUNDE  7 : 37 
Saya ingin memulai dengan topik favorit saya : bermain game. Jadi saya punya satu webinar baru-baru ini dengan perusahaan Vietnam bernama Amanotes . Mereka adalah salah satu perusahaan besar di Asia Tenggara. Jadi salah satu kutipan menarik dari mereka adalah bahwa sejak pandemi dimulai, dari segi gameplay, statistik data, pengguna aktif, hari kerja kini terlihat seperti akhir pekan. Kami juga melihat pola yang sama di Indonesia; terjadi peningkatan besar dalam unduhan dan keterlibatan dalam permainan. Beberapa game utama yang digunakan secara aktif di Indonesia adalah Mobile Legends Bang Bang , game yang saya sendiri juga mainkan. Ada juga Free Fire, PubG , serta Worms.io, dan BrainOut.  alam kategori e-commerce, kami melihat peningkatan unduhan, pengguna aktif, dan waktu yang dihabiskan. Kami juga melihat beberapa aktivitas dari beberapa aplikasi yang mengadopsi penawaran pay-later yang akan menarik lebih banyak konsumen terutama selama periode ini. Untuk kategori makanan dan minuman, unduhan mulai tumbuh di bulan Januari tetapi mulai stagnan di bulan Februari. Hak ini mungkin disebabkan oleh sebagian besar pesanan pengiriman makanan dilakukan melalui Gojek dan orang-orang sudah memiliki aplikasi ini, sementara Gojek terdaftar dalam kategori "Perjalanan dan Lokal". Pengecualian di sini adalah pada aplikasi HappyFresh, yang berhasil menggandakan pengguna aktif selama periode COVID ini dan terus meningkat. Di ranah pendidikan, Google Classroom merupakan aplikasi ke-tujuh yang paling banyak diunduh pada bulan Maret;  termasuk Zenius dan Ruangguru sebagai aplikasi teratas lainnya di Indonesia . Di antara ketiga aplikasi tersebut, Zenius memiliki waktu pemakaian rata-rata tertinggi per pengguna, yang juga menunjukkan bahwa produk ini memiliki kelekatan penggunaan tertinggi. Dalam kategori kesehatan dan olahraga, kami melihat pertumbuhan unduhan di beberapa aplikasi yang bisa memantau kesehatan secara mandiri, serta beberapa aplikasi olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Dalam kategori kesehatan, kami melihat pertumbuhan unduhan di aplikasi kesehatan lembaga pemerintah, serta aplikasi pelacakan kontak, serta aplikasi startup seperti AloDokter dan HaloDoc .
 
ALAN   9:28
Di sisi lain dari spektrum: 1) aplikasi ride-hailing, 2) travel dan 3) digital advertising sepertinya terkena dampak negatif yang signifikan. Adakah tanda-tanda pemulihan di area ini?
 
JUNDE  9:39 
Kami benar-benar berharap (terjadi pemulihan). Untuk sektor advertising, meski kami tidak memiliki perkiraan adanya iklan langsung, kami dapat mencoba melihat beberapa faktor data yang lain. Pertama, kami melihat unduhan karena kami melihat bahwa unduhan masih meningkat dan iklan selalu menjadi bagian besar dalam mendorong unduhan dari pengguna baru. Total unduhan global di Q1 tahun ini, dibandingkan dengan Q1 tahun lalu, sektor tersebut masih meningkat; berlanjut hingga bulan April. Tren ini hadir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Metrik lain yang kami gunakan untuk melihat skala advertising hari ini adalah jumlah pemasangan SDK (Software Development Kit) untuk pengiklanan. Kami melihat bahwa jumlah ini masih meningkat setiap bulan selama sebulan terakhir. Hal tersebut dilakukan agar lebih banyak penerbit aplikasi terlibat dengan lebih banyak penyedia iklan. Di ranah travel, kami mulai melihat peningkatan unduhan minggu ke minggu dalam di negara-negara seperti Cina dan Korea Selatan karena negara-negara ini telah keluar dari fase lockdown. Ini khususnya terjadi sejak kita mendekati libur Hari Buruh yang merupakan periode pariwisata domestik. Secara umum, negara-negara lain yang menerapkan lockdown memiliki angka pengunduhan aplikasi berkategori travel yang menurun dari sejak Februari, hingga kini mengalami stagnasi. Amerika Serikat adalah satu pengecualian yang mana unduhan kategori travel mulai tumbuh sejak minggu ketiga April, tapi saya tidak memiliki hipotesis untuk hal tersebut. Pada akhirnya, untuk aplikasi yang tepat pengguna memang aktif menurun, tetapi tidak lebih dari 10% dari puncak penggunaan sebelum periode COVID-19 ini, sementara sesi penggunaan aplikasi turun setengahnya. Ini mungkin bisa menjadi hal bagus, mengingat terdapat sekitar 90% penurunan dalam perjalanan harian. Kami sudah mulai melihat pemulihan penggunaan aplikasi travel di Korea dan Cina, tetapi orang-orang juga menjadi lebih sadar akan berbagi perjalanan dan transportasi umum karena faktor kebersihan. Jadi kami juga mulai mengamati lebih banyak penggunaan pada aplikasi penjualan mobil bekas, karena orang mencari alternatif untuk bepergian.
 
ALAN   11:31
Prediksi menarik apa yang Anda buat seputar penggunaan aplikasi seluler di Indonesia?
 
JUNDE  11:35 
Kami melihat banyak potensi terutama di ranah FinTech. Aplikasi finance besar di Cina digunakan oleh 50-60% perangkat smartphone secara bulanan. Sementara di Indonesia, OVO dan Dana berada di sekitar 20% dari penetrasi penggunaan ini. Pastinya masih ada banyak ruang untuk lebih maju lagi. Dalam hal peraturan, Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia, OJK, juga telah memperkenalkan pedoman yang ramah bagi startup . Misalnya, setiap penyedia pinjaman P2P dapat menikmati masa tenggang satu tahun operasi sebelum mereka memperoleh sertifikasi OJK. Hal ini memungkinkan banyak bisnis untuk memasuki pasar pinjaman P2P dan membawa lebih banyak peluang keuangan kepada orang-orang yang tidak bisa mendapatkan layanan keuangan secara konvensional. Setidaknya ada 60 aplikasi keuangan baru yang diluncurkan di Indonesia setiap bulan, dan selama beberapa bulan terjadi pemuncakan dengan adanya 100 aplikasi baru yang diluncurkan.

Selain itu, kita juga melihat bahwa unduhan aplikasi telah meningkat sejak  tanggal 15 Maret, di mana kasus COVID meningkat dan Presiden Jokowi mengumumkan perlu adanya social distancing. Unduhan telah menurun dari sejak saat itu, tapi masih lebih tinggi 15% dibandingkan dengan periode pre-COVID-19. Artinya, orang-orang di Indonesia mencoba dan mengunduh lebih banyak aplikasi yang bisa dilakukan di rumah dalam ranah Pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan olahraga, serta aplikasi yang bisa digunakan di waktu luang, seperti menonton video atau bermain games. Hal ini meningkatkan paparan konsumen terhadap aplikasi dan penggunaan aplikasi itu sendiri, sehingga memberikan ruang bagi industri ini untuk memiliki pertumbuhan yang baik di Indonesia.
 
ALAN   13:05
Baik, hal tersebut merupakan kesimpulan dari episode kedua dari Indotekno. Terima kasih banyak telah bergabung dengan kami hari ini, Junde . Kami harap Anda, pendengar, telah menikmati episode ini. Kami menyambut semua umpan balik untuk acara ini. Email saya adalah Alan@gizmo-advisors.com. Silakan kunjungi situs web kami di Indo-Teko.com jika Anda ingin dimasukkan ke dalam mailing list kami untuk episode baru. Jika Anda menikmati podcast secara keseluruhan, kami juga akan sangat menghargai setiap umpan balik yang dapat Anda berikan di Apple Podcast. Podcast diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Alpha JWC Ventures. Terima kasih untuk mendengarkan . Sampai jumpa lagi .
 
Ditranskripsi oleh https://otter.ai

Stay up to date with our latest podcast episodes

For general inquiries, please get in touch

© 2020 by Indo Tekno Podcast