TRANSKRIP​EPISODE 26

(Versi bahasa Inggris)

Episode Duapuluh Enam

Fokus pada Farmasi:

Farouk Meralli dari mClinica

1 Desember 2020

 

ALAN 0:11
Selamat datang kembali di Indo Tekno. Ini menandai episode ke-26 dari seri kami. Selamat datang kembali semuanya! Nama saya Alan Hellawell. Saya pendiri jasa konsultan startup dari Gizmo Advisors dan Venture Partner di Alpha JWC Ventures. Seorang filsuf Yunani kuno, Plato, pernah menyatakan, "Kebutuhan adalah ibu dari penemuan." Prinsip ini memang mendorong banyak kemajuan yang telah kita lihat dalam teknologi Indonesia, baik itu menawarkan layanan keuangan kepada mereka yang tidak memiliki rekening bank, atau membantu bisnis berskala kecil untuk dapat beroperasi lebih efisien. Pepatah ini sangat tepat diterapkan untuk sistem perawatan kesehatan di Indonesia, terutama di era COVID. Indonesia pada awal pandemi, misalnya, hanya memiliki 4.000 tempat tidur rumah sakit untuk pasien yang sakit parah, untuk sebuah negara yang berpenduduk 270 juta orang. Sistem perawatan kesehatan nasional Indonesia dengan cepat kewalahan ketika pandemi melanda. Kami sangat senang dapat menampilkan Farouk Meralli, pendiri startup mClinica, yang merupakan penyedia solusi digital terkemuka untuk industri, dengan misi khusus untuk mengatasi tantangan yang dihadapi apotek yang terfragmentasi di kawasan ini. mClinica menghubungkan ke lebih dari 170.000 tenaga kefarmasian dari 40.000 apotek, dan menjangkau lebih dari 150 juta pasien. Terima kasih banyak telah bergabung dengan kami hari ini Farouk.

FAROUK MERALLI 1:29
Terima kasih, Alan. Senang bisa hadir di sini, dan saya penggemar berat podcast Indo Tekno.

ALAN 1:33
Sangat senang mendengarnya. Terima kasih. Pertama, sedikit tentang kamu, jika tidak keberatan. Sebelum mendirikan mClinica, kamu pernah bekerja dengan perusahaan raksasa farmasi seperti Roche, Pfizer, dan Johnson and Johnson. Beri tahu kami bagaimana kamu mulai mengembangkan minat pada bidang ini.

FAROUK MERALLI 1:49
Tentu, saya senang berbagi. Jadi saya sebenarnya berasal dari Kanada dan bersekolah di Amerika Serikat dan memiliki latar belakang kesehatan masyarakat. Dan setelah lulus sekolah, saya bekerja untuk perusahaan farmasi yang sangat besar, seperti Sanofi, Pfizer, Johnson & Johnson. Dan kemudian saya ditempatkan di Roche di San Francisco. Dan salah satu tema yang terus saya lihat di semua perusahaan farmasi tempat saya bekerja adalah bahwa apotek di pasar negara berkembang sangat terfragmentasi. Mereka adalah toko kecil dan mandiri yang tidak memiliki teknologi apa pun dan sebagian besar dijalankan dengan pena dan kertas. Bagaimana Anda menghubungkan semua apotek ini bersama-sama menggunakan teknologi seluler? Jadi saya meninggalkan kehidupan yang sangat "setengah terpesona" di San Francisco. Saya meninggalkan pekerjaan eksekutif farmasi yang bagus, naik pesawat dan keluar ke Asia Tenggara untuk memulainya.

ALAN 2:36
Sekarang kisah mClinica dimulai di Filipina. Bagaimana kamu bisa sampai di sana? Dan legenda mengatakan bahwa kamu berada di bawah tekanan waktu yang sangat besar untuk mendapatkan MVP atau, "produk yang layak secara minimal", dan menjalankannya untuk klien pertama kamu. Bisakah cerita tentang ini?

FAROUK MERALLI 2:52
Tentu. Itu cerita yang menarik. Mungkin itu salah satu saat yang paling menakutkan dalam hidup saya, tapi juga sangat menyenangkan. Seperti yang saya sebutkan, saya tinggal di San Francisco, bekerja untuk Roche, dan saya memiliki ide untuk melakukan startup ini, saya telah menyampaikannya kepada salah satu pemimpin pasar farmasi untuk negara berkembang di New Jersey, yang beroperasi secara global. Dan solusinya adalah solusi pasar berkembang yang luas. Ini bisa berhasil di pasar negara berkembang mana pun. Tetapi pemimpin perusahaan farmasi tersebut berkata, "Hei, saya akan menjadi klien pertama kamu, tetapi lakukan di Filipina." Dan saat hidup memberi  kesempatan seperti itu, dan saat saya bisa memulai dengan seorang klien, itu cara yang sangat beruntung untuk memulai sebuah perusahaan. Ini menunjukkan bahwa saya sudah memiliki produk, klien, kecocokan keduanya, dan langsung memiliki pendapatan dari hari pertama, ini sangat bagus. Jadi saya meninggalkan San Francisco. Saya naik pesawat ke Filipina, negara yang belum pernah saya kunjungi, tanpa tim, tanpa teknologi. Dan kami sebenarnya punya waktu 60 hari untuk mendapatkan apotek pertama. Ini adalah waktu yang cukup menakutkan, tetapi untungnya saya dapat menemukan tim yang hebat, membangun teknologi, dan mendapatkan apotek pertama. Dan kemudian dari sana, kami mulai bertumbuh. Kami tumbuh di Filipina, dan kemudian di seluruh Asia Tenggara. Cukup lucu bagaimana saya berakhir di sana. Jika dia berkata, misalnya, "Pergi ke Kazakhstan," mungkin saya akan berada di sana sekarang. Tapi kebetulan saya mendarat di Asia Tenggara. Dan itu menjadi wilayah di mana saya melihat dengan sangat jelas peluangnya, dan masih melihatnya hingga hari ini.

ALAN 4:10
Sungguh latar belakang yang sangat menarik. Untuk membantu pendengar kami lebih memahami apa yang dilakukan mClinica, dapatkah kamu menyebutkan beberapa perusahaan yang melakukan pekerjaan serupa dengan apa yang kamu lakukan untuk farmasi, baik daring atau luring, baik di kawasan yang sama atau di Kawasan lain?

FAROUK MERALLI 4:26
Alan, saya pikir kesulitannya adalah tidak ada yang benar-benar bisa dibandingkan dengan mClinica. Alasannya adalah banyak yang kami lakukan adalah membangun infrastruktur dasar yang sebagian besar dibuat di pasar yang lebih matang, tetapi ini tidak ada di Asia Tenggara. Cara terbaik untuk melihat ini adalah, jika Anda melihat Amerika Serikat mungkin 50-60 tahun yang lalu, Anda akan melihat banyak hal yang sama yang Anda lihat di Asia Tenggara saat ini. Fragmentasi di distributor dan pedagang besar, di pengecer, tidak adanya teknologi yang menghubungkan mereka semua dan tidak adanya kontrak negosiasi. Semua potongan itu tidak ada. Jadi, kami harus membangun infrastruktur digital untuk menghubungkan bagian belakang rantai pasokan. Dan saya pikir jika Anda melihatnya hari ini, dalam konteks AS, Anda melihat perusahaan seperti McKesson, AmerisourceBergen, Cardinal. Kita mungkin melihat pengelola resep seperti Express Scripts, Caremark dan Optum. Kita juga melihat pemain ritel: CVS, Walgreens, Boots. Jadi, apa yang kami lakukan adalah menggabungkan industri yang sangat besar dan terkonsolidasi seperti yang pernah ada di AS, tetapi melakukan semuanya dengan cara digital, dan mencoba melakukannya hanya dalam beberapa tahun, bukan beberapa dekade. Itulah tujuan besar yang kami miliki di mClinica. Dan dengan melakukan itu, kami berharap dapat mengubah akses perawatan kesehatan secara besar-besaran di kawasan ini.

ALAN 5:44
Jadi, mari kita lanjutkan topik tersebut. Sekarang, kamu menyebutkan di situs web bahwa di pasar negara berkembang, apotek sangat terfragmentasi. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi organisasi sektor swasta dan pemerintah untuk mengakses apotek secara efisien, pasien yang membeli dari apotek tersebut, dan data yang muncul dari transaksi tersebut. Bagaimana kamu mengatasi hal ini, Farouk?

FAROUK MERALLI 6:05
Jika kita lihat kembali, apotek sangatlah penting karena mereka langsung melayani pasien. Dan sebenarnya, di Asia Tenggara, pasien mengunjungi apotek hampir 12 kali setahun, dibandingkan dengan dokter, yang hanya mereka kunjungi 1,2 kali setahun. Jadi Anda dapat melihat ini adalah jalur akses yang sangat penting bagi pasien. Dan itu menarik, tidak hanya dari sudut pandang perusahaan farmasi, tetapi juga untuk pemerintah dan LSM yang menyelesaikan bidang kesehatan masyarakat lainnya. Jadi, apa yang kami lakukan di mClinica adalah menghubungkan semua apotek ini menjadi satu pada platform yang sama. Cara kami melakukan ini adalah melalui aplikasi all-in-one untuk tenaga kefarmasian yang bernama SwipeRx. Dan melalui saluran ini, pada dasarnya kami menempatkan satu dari setiap tiga apoteker di kawasan Asia Tenggara di dalam aplikasi. Dan itu memberikan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada para pemangku kepentingan untuk menjangkau apotek dan meningkatkan kesehatan pasien. Dan ini benar-benar aspek utama untuk apa yang kami bangun dan kami luncurkan di kawasan Asia Tenggara. Melalui jaringan tersebut, para tenaga kefarmasian juga dapat memperoleh pendidikan, mendapatkan akses ke informasi, mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban. Ini benar-benar aplikasi super untuk para tenaga kefarmasian. Dan sekarang bahkan di dalamnya, mereka dapat melakukan pembelian untuk perbekalan farmasi, aplikasi ini membantu mereka untuk membuat obat-obatan lebih tersedia, terjangkau, dan dapat diakses oleh pasien. Jadi semuanya bermuara untuk memberikan akses yang lebih baik kepada pemangku kepentingan, ke saluran kesehatan masyarakat yang sangat penting ini – Apotek, untuk mengakses pasien.

ALAN 7:25
Itu sangat berguna. Farouk, apa model bisnismu, dan apa yang kemungkinan menjadi kontributor utama pendapatan, misalnya, dalam waktu dua tahun?

FAROUK MERALLI 7:33
Tentu, Alan. Perusahaan farmasi, pemerintah dan LSM; mereka mengontrak kami untuk mengakses saluran apotek dan menjalankan hal-hal seperti pendidikan digital, program peningkatan kepedulian dan kesadaran digital, penelitian & pengumpulan data digital, dan program pasien digital. Kami berfokus pada segala hal seputar mencapai saluran dan pasien yang membeli dari saluran ini, secara digital. Kami juga banyak bekerja di sisi rantai pasokan. Dan di sini, dengan distributor dan pedagang besar yang juga ingin mengakses saluran apotek tersebut; kami menghasilkan pendapatan dari mereka juga. Ke depannya, kami terus melihat pertumbuhan di semua aliran pendapatan ini. Dan kami telah melihat ini benar-benar dipercepat dengan COVID juga, karena lebih banyak pemangku kepentingan ini ingin mengutamakan digital, tetapi tidak memiliki teknologi yang tepat untuk melakukannya. Dan di situlah kami berperan. Dengan menggabungkan jaringan ini dan memberi mereka cara yang sangat mudah untuk melakukan hal secara digital dengan cepat, kami membantu para pemangku kepentingan ini meningkatkan bisnis dan tujuan mereka sebagai organisasi.

ALAN 8:27
Saya paham. Jadi, ada beberapa sumber pendapatan yang berbeda. Menurut kamu, apakah model bisnis utamamu adalah dengan mengambil komisi untuk beberapa aktivitas yang telah kamu sampaikan? Atau lebih merupakan langganan atau model berbasis SaaS? Apa pendorong besarnya?

FAROUK MERALLI 8:41
Kami memiliki dua baris. Salah satunya adalah jalur berbasis SaaS, yang menyediakan akses klien ke jaringan dan berbagai aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Dan yang kedua adalah benar-benar transaksional, yaitu memotong rantai pasokan saat produk bergerak dan mengalir melalui jejaring kami.

ALAN 8:58
Sangat jelas. Saya yakin mClinica beroperasi di enam pasar berbeda di Asia Tenggara. Apakah menurut kamu ada lebih banyak perbedaan, daripada kesamaan, dalam bagaimana struktur industri farmasi dari satu negara ke negara lain? Dan apakah masalah yang kamu coba atasi berbeda secara signifikan di seluruh pasar ini?

FAROUK MERALLI 9:16
Sejak awal, visi mClinica adalah menjadi pemain regional. Kami pikir masalah yang kami pecahkan sudah cukup besar. Populasi pasien yang membutuhkan layanan kami tersebar di semua pasar ini. Dan kami pikir untuk realisasi nilai jangka panjang, membangun pemain teknologi Kesehatan di level regional sangat penting. Mengenai cara kami bekerja secara regional, kami beroperasi, seperti yang kamu sebutkan, di enam negara berbeda. Kami berkantor pusat di Singapura, tetapi kami memiliki tim di setiap negara. Dan cara kami  memandang perawatan kesehatan bukanlah satu solusi untuk semua. Kami melihatnya lebih sebagai "pengenalan pola." Jadi setiap kali kami melihat pasar, kami melihat apa kesamaan antara satu pasar dan pasar lainnya. Dan ternyata, jika kita memiliki "pengamat" yang cukup baik; yang menurut saya, sudah dimiliki oleh tim kami; kita dapat menemukan pola umum ini dan kemudian memberikan solusi untuk mereka. Meskipun pasar-pasar ini sangat berbeda, masalahnya sebenarnya sangat mirip dalam hal akses, ketersediaan, dan keterjangkauan obat. Dan jika kita memulai dari masalah itu, dan kita benar-benar dapat memahami pola di seluruh pasar ini yang mengarah ke masalah tersebut, maka posisi terbaik kita untuk benar-benar menyelesaikannya.

ALAN 10:22
Diekspresikan dengan sangat jelas. Nah Farouk, untuk Indonesia, apakah ini wilayah yang memiliki banyak regulasi dan pengawasan?

FAROUK MERALLI 10:31
Itu pasti Alan, dan sebenarnya dengan alasan yang bagus. Pada akhirnya, ini tentang kesehatan masyarakat. Ini tentang menjaga kesehatan pasien dan warga negara. Jadi, harus ada regulasi. Dan apa yang kami lakukan di mClinica adalah memastikan bahwa kami selalu bekerja sangat erat dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait. Dan pada dasarnya kami ingin mengaktifkan ekosistem, daripada mengganggunya. Namun, hal tersebut mungkin bisa dilihat sebagai gangguan. Bagaimana kita memungkinkan para pemangku kepentingan, yang semuanya melayani masalah-masalah penting dalam industri kesehatan, serta membantu mereka untuk maju dan lebih cepat?

ALAN 11:07
Paham. Apakah mengajak apotek baru merupakan sebuah proses yang sangat mahal dan menyita tenaga?

FAROUK MERALLI 11:13
Menurut saya, yang sangat menarik tentang segmen yang kami fokuskan adalah bahwa sebagian besar tenaga kefarmasian telah terabaikan. Saya rasa ada banyak inovasi dalam healthtech yang dapat diterapkan pada pasien secara langsung melalui metode direct-to-consumer (DTC). Ada yang menyasar rumah sakit, klinik, dan dokter. Tapi kalau benar-benar memikirkan inovasi untuk apotek dan tenaganya, tidak banyak. Dan saya pikir ketika kami mulai mengejar ini, pendekatan kami adalah menjadi mitra untuk semua apotek. Untuk itulah kami bekerja keras setiap hari, karena kami tahu bahwa mereka sangat penting dalam membantu kesehatan komunitas yang mereka layani. Dan sebagai hasilnya, kami benar-benar bisa masuk dan mengisi ruang yang sangat kosong. Dan sebagai hasilnya, kami tumbuh sangat, sangat cepat. Dan kami meraih pangsa pasar yang luar biasa di seluruh kawasan Asia Tenggara. Dan cara sederhana untuk melihatnya adalah: kami memberikan cinta kepada orang yang tidak pernah dipikirkan atau dicintai sebelumnya. Dan kami mengutamakan mereka. Dan kami terus melakukannya setiap hari. Dan tim kami penuh dengan apoteker, dan tenaga kefarmasian, yang semuanya percaya bahwa farmasi adalah komponen penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

ALAN 12:21
OK. Farouk, saya akan mengajukan pertanyaan yang telah saya tanyakan di hampir setiap podcast Indo Tekno sebelumnya. Dan itu adalah: apakah kurangnya literasi digital di segmen ini - baik itu di antara apotek atau bahkan antara distributor dan apotek - apakah kurangnya literasi digital menjadi penghambat pertumbuhan? Dan jika ya, bagaimana kita mengatasi tantangan ini?

FAROUK MERALLI 12:41
Kami tidak benar-benar melihat ini sebagai hambatan di segmen yang kami tangani. Dan alasannya adalah kami sangat banyak berada di ruang B2B. Jadi demografis yang kami targetkan cenderung sangat melek teknologi. Apoteker harus lulus Pendidikan profesi untuk bisa praktek di farmasi. Jadi kami melihat segmen bisnis-ke-bisnis. Dan segmen tersebut berperilaku sangat berbeda dari populasi konsumen umum. Dan dalam segmen yang kami layani, kami melihat segmen berpendidikan tinggi, sangat melek teknologi, dan pada dasarnya berpenghasilan tinggi. Mereka adalah apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dan pemilik apotek. Jadi jika menyangkut kecerdasan digital, mereka sangat terpelajar. Mereka semua punya smartphone. Mereka semua memiliki data, mereka menggunakannya untuk keuangan mereka, hingga ke pembelian. Jadi kami benar-benar fokus pada demografi yang sudah siap untuk digital.

ALAN 13:32
Itu sangat menggembirakan. Sekarang Farouk, daftar klien Anda tampaknya menyertakan "siapa yang" dari dunia farmasi; dari perusahaan Anda sebelumnya yang disebutkan di atas hingga Bayer, AstraZeneca, Novartis, dan banyak lainnya. Bagaimana tepatnya kamu bekerja dengan mitra ini?

FAROUK MERALLI 13:47
Perusahaan farmasi ini memiliki tantangan nyata dalam mengakses apotek. Jika melihat Indonesia misalnya, ada 20.000 apotek yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia misalnya. Dan menjadi sangat sulit untuk terus-menerus menjangkau mereka, mendidik mereka, merinci kepada mereka dan memberi mereka informasi dan juga produk yang mereka butuhkan untuk melayani pasien dengan lebih baik. Dan itulah yang mereka pedulikan. Jadi kami menyediakan jalur digital ini sehingga perusahaan farmasi sekarang, alih-alih mengirimkan perwakilan dan harus melakukan kunjungan langsung semacam itu, sekarang dapat melakukan semua yang mereka butuhkan untuk mendidik tenaga kefarmasian secara digital sepenuhnya. Dan itulah perubahan yang signifikan bagi mereka. Dan seperti yang dapat Anda bayangkan, selama COVID, di mana terdapat lebih banyak pembatasan pada kunjungan langsung, kebutuhan akan platform seperti ini menjadi lebih besar. Dan kami telah melihat peningkatan yang besar. Kami cukup banyak bekerja dengan semua perusahaan farmasi besar sekarang, yang semuanya mencoba mengakses saluran apotek ini secara digital dan membantu pasien, yang merupakan tujuan mereka yang sebenarnya.

ALAN 14:48
Sekarang, kamu juga bekerja dengan LSM pemerintah terkemuka dan lembaga akademis untuk mengakses saluran apotek, pasien, dan datanya. Manakah dari banyak hubungan tersebut yang paling penting dan memungkinkan untuk mClinica?

FAROUK MERALLI 15:02
Kami sangat bangga dengan pekerjaan yang kami lakukan dengan organisasi sektor publik. Faktanya, di setiap negara tempat kami bekerja, kami bekerja langsung dengan Kementerian Kesehatan. Kami bekerja dengan mereka dalam banyak cara, menggunakan metode yang sama seperti yang kami lakukan dengan perusahaan farmasi yang ingin menggunakan saluran apotek secara digital. Perbedaannya adalah bahwa pemerintah dan LSM benar-benar peduli dengan program kesehatan masyarakat yang mungkin tidak menarik secara komersial untuk perusahaan farmasi; misalnya tuberkulosis, HIV/AIDS, kesehatan ibu dan anak, bahkan COVID-19. Ini jelas merupakan kewenangan sektor publik. Jadi jika kita memecahkan masalah mendasar dari fragmentasi ini, dan apotek serta akses digital ke sana, kita tidak hanya menyelesaikan masalah perusahaan farmasi dan area penyakit yang relevan secara komersial, tetapi Anda juga menyelesaikan masalah pemerintah dan LSM yang juga mencoba untuk menargetkan lebih banyak bidang kesehatan masyarakat. Dan baru-baru ini, kami telah melakukan pekerjaan dengan Kementerian Kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan di Filipina, dan Kementerian Kesehatan Kamboja terkait COVID-19. Faktanya, kami melakukan banyak respons terhadap COVID-19 secara digital di apotek. Kami telah bekerja dengan Gates Foundation, WHO, USAID, dan banyak organisasi lain, yang semuanya menargetkan bidang kesehatan masyarakat terprogram tertentu yang sekarang dapat mereka atasi melalui jaringan apotek digital yang belum pernah ada sebelumnya.

ALAN 16:20
Hebat sekali. Kamu menggambarkan aplikasi andalanmu, SwipeRx sebagai "aplikasi super" untuk para profesional farmasi. Manakah dari delapan atau sepuluh fitur yang paling populer?

FAROUK MERALLI 16:32
SwipeRx benar-benar membantu tenaga kefarmasian untuk mendapatkan semua yang mereka butuhkan untuk melayani pasien dengan lebih baik dan mengelola apotek mereka dalam satu aplikasi. Dan itu memiliki segalanya mulai dari pendidikan hingga informasi hingga Q&A. Ini adalah aplikasi yang sangat kaya dengan banyak nilai bagi pengguna akhir, dan itu benar-benar menjadikan tenaga kefarmasian sebagai pusat di komunitas mereka. Menurut saya, fitur nomor satu yang digunakan adalah pendidikan. Apoteker setiap tahun perlu mengambil sejumlah kredit untuk memperbarui lisensi mereka. Dan ini sebagian besar didorong secara luring. Mereka harus melakukan perjalanan jauh, mengambil cuti kerja, membayar kursus-kursus ini, seringkali untuk mendapatkan kredit yang cukup guna memperbarui ijin mereka untuk praktik. Dengan bekerja sangat erat dengan asosiasi tenaga kefarmasian, dan terkadang langsung dengan kementerian kesehatan, kami menyediakan saluran online pertama. Faktanya, di banyak negara tempat kami berada, kami benar-benar harus membuat regulasi untuk memungkinkan regulasi online untuk pendidikan. Dan menurut saya yang luar biasa adalah kita sekarang telah menjadi penyedia pendidikan terbesar bagi para tenaga kefarmasian di wilayah ini. Dan saya pikir itu menunjukkan kepada kita apa yang dapat dilakukan oleh teknologi untuk memberikan akses kepada tenaga kefarmasian tentang informasi kesehatan terbaru, yang mereka butuhkan untuk mengedukasi pasien dengan lebih baik.

ALAN 17:48
Jadi terkait konten, dan jika istilah berikut sesuai, sisi pendidikan di dalam aplikasi adalah fitur yang paling menonjol, apakah itu benar?

FAROUK MERALLI 17:59
Benar.

ALAN 18:00
OK. Sekarang, fungsi aplikasi juga memungkinkan apotek untuk memesan obat dan mengakses fasilitas kredit. Ini juga didukung oleh kemampuan pembayaran digital dan pengiriman langsung. Dapatkah Anda memberi kami beberapa tentang bagaimana Anda melakukan setiap tugas ini sendiri atau melalui kemitraan: 1) membeli dengan diskon, 2) layanan kredit, 3) pembayaran dan 4) pengiriman langsung?

FAROUK MERALLI 18:27
Sedikit melihat ke belakang, mari kita lihat bagaimana apotek kecil yang mandiri melakukan pembelian obat. Kenyataannya adalah mereka menghabiskan beberapa jam sehari untuk menelepon distributor yang berbeda, membandingkan harga, syarat pembayaran dan tanggal pengiriman untuk produk yang sama persis. Dan ini sebagian besar dilakukan secara luring. Pesanan dilakukan melalui sales-rep. Mereka melakukan via telepon, atau sekaligus Whatsapp. Dan ini bisa menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan bagi apotek. Jadi, hal pertama yang benar-benar kami selesaikan adalah masalah seputar ketersediaan. Bagaimana kita memastikan bahwa apotek di satu tempat yang sederhana dapat memperoleh semua persediaan yang mereka butuhkan untuk apotek mereka dan membantu pasiennya? Yang kedua adalah pada keterjangkauan yaitu: bagaimana kita menurunkan harga yang harus dibayar apotek. Kalau kamu dari apotek kecil, memiliki volume pembelian yang rendah, kamu harus terima harga berapapun. Apa pun yang kamu miliki, dan apa pun yang dijual di pasaran, kamu terima apa adanya. Dengan menggabungkan semua apotek ini menjadi satu dan menggabungkan volume permintaan, kami dapat menegosiasikan harga yang lebih baik untuk apotek. Dan bersamaan dengan itu adalah fasilitas kredit. Apotek sering menerima atau tidak menerima kredit. Dan jika mereka melakukannya, itu sebagian besar berdasarkan pada relasi. Jadi, yang kami lakukan adalah memberikan batas kredit mandiri kepada apotek untuk melakukan pembelian dan mengelola batas kredit tersebut sehingga mereka benar-benar dapat membeli, menambah stok, dan sekali lagi, membantu pasien. Dan akhirnya, ini menjadi proses yang sangat mulus bagi apotek. Mereka memiliki satu aplikasi yang ada dalam SwipeRx juga, dan mereka dapat benar-benar melakukan pembelian, melacak pengiriman mereka dan benar-benar memiliki pengalaman e-commerce yang menggantikan kegiatan pembelian yang rutin. Jadi kami telah mengubah proses yang rumit dan membutuhkan berjam-jam, menjadi sangat cepat dan menakjubkan, dan inilah yang benar-benar disukai apotek.

ALAN 20:15
Luar biasa. Dan begitu juga di sisi logistik, apakah kamu bermitra dengan logistik pihak ketiga terkemuka, atau perusahaan 3PL, di pasar seperti Indonesia?

FAROUK MERALLI 20:24
Itu benar. Saya pikir ada penyedia 3PL yang luar biasa. Indonesia cukup maju pada tahap tersebut, dan banyak negara Asia Tenggara lainnya juga. Jadi kami bermitra dengan mereka untuk melakukan sisi pengiriman. Dan kami mendapatkan hasil yang sangat bagus.

ALAN 20:38
Sekarang, apa yang paling dinantikan oleh rata-rata operator apotek sebagai fitur atau fungsi baru memasuki tahun 2021? Dan jangka panjang, apa visi kamu?

FAROUK MERALLI 20:50
Prinsip nomor satu yang kami miliki mClinica adalah menjadi "terobsesi dengan farmasi". Mereka adalah orang yang kita perjuangkan setiap hari. Mereka adalah tempat kami bekerja sangat keras, dan mereka adalah orang yang ingin kami aktifkan dan berdayakan untuk melayani komunitas dengan lebih baik. Jadi bagi kami, kami berada dalam posisi unik di mana banyak cara kami membangun teknologi ada di sana. Tetapi setiap hari, kami bekerja untuk meningkatkan fitur dan meningkatkan pengalaman untuk memastikan bahwa apotek tidak hanya menggunakan kami, tetapi juga suka menggunakan kami. Dan saya pikir itulah yang akan kita lihat, yang semakin mendalam dalam hal rangkaian fitur yang kami tawarkan untuk membuatnya lebih cepat, bahkan pengalaman yang lebih menakjubkan untuk apotek. Dan saya tidak berpikir kita akan berhenti sampai setiap apotek menggunakan kita, mencintai kita, dan karena teknologi dan alat yang kita sediakan, mereka dapat benar-benar membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan pasien.

ALAN 21:39
Sekarang saya menyimpan pertanyaan terbaik untuk yang terakhir. Mari kita asumsikan bahwa Indonesia memperoleh akses tepat waktu ke vaksin COVID. Dari sudut pandang kamu, bagaimana kita bisa mengharapkan proses itu berjalan?

FAROUK MERALLI 21:49
Ini pertanyaan yang bagus, dan ini adalah pertanyaan yang sering kami pikirkan. Karena saya yakin ada peran yang harus kita mainkan seperti sebelumnya dalam siklus COVID-19. Cara kami berpikir tentang bagaimana Indonesia bekerja dalam hal ini adalah mereka sebenarnya telah melakukan pekerjaan yang hebat dalam hal negosiasi dengan hampir empat pemasok vaksin yang berbeda, untuk komitmen lanjutan. Mereka benar-benar melakukan dorongan yang sangat, sangat kuat untuk memastikan ketersediaan vaksin. Jadi saya pikir itu berjalan cukup baik. Dan kami telah melihat kebijakan luar biasa untuk  mendorongnya ke depan. Saya pikir yang akan menjadi sangat sulit sebenarnya adalah distribusi. Ini adalah upaya logistik yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Kita mencoba untuk mencakup 270 juta orang di seluruh Indonesia. Beberapa daerah sangat sulit dijangkau, dan ada batasan terkait distribusi, misalnya adalah penyimpanan dingin, yang sering kali diperlukan untuk vaksin tertentu. Dan itu memiliki tantangan tersendiri. Anda memiliki masalah lain di mana beberapa vaksin tidak hanya digunakan dalam dosis tunggal. Mereka mungkin multi-dosis, jadi Anda harus memilikinya sebagai stok setelah jangka waktu yang berbeda. Jadi tidak hanya membuat stok tersedia, tetapi juga membuat stok tersedia tepat waktu saat pasien membutuhkannya. Jadi saya pikir apa yang akan kita lihat adalah tantangan logistik. Dan menurut saya, berdasarkan pengalaman kami di bidang ini, pasti ada peran yang sedang kami coba mainkan, untuk benar-benar memperbaiki situasi ini dari perspektif kesehatan masyarakat.

ALAN 23:11
Sungguh misi yang sangat dalam dan luas yang telah diambil mClinica, dan jelas merupakan misi yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Terima kasih banyak telah bergabung dengan kami hari ini Farouk.

FAROUK MERALLI 23:22
Terima kasih banyak, Alan. Senang berbagi di sini.

ALAN 23:24
Terima kasih telah mendengarkan. Sampai jumpa lagi!
 

© 2021 by Alan Hellawell