TRANSKRIP​EPISODE 17

(Versi bahasa Inggris)

Episode Tujuhbelas

Pasien adalah Raja:

Jonathan Sudharta dari Halodoc

29 September 2020

 

ALAN 0:10
Selamat datang kembali di Episode 17 Indo Tekno! Nama saya Alan Hellawell. Selain merupakan pendiri Gizmo Advisors, sebuah firma konsultan startup, saya juga seorang Venture Partner di Alpha JWC Ventures. Hari ini, kita akan berdiskusi mengenai topik teknologi kesehatan atau health-tech di Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2020, investasi global di sektor kesehatan digital mengalami kenaikan paling tinggi yang pernah ada. Berdasarkan data dari StartUp Health, total pendanaan untuk inovasi kesehatan di paruh pertama 2020 mencapai $ 9,1 miliar, naik hampir 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan total investasi sebesar $ 7,7 miliar. Untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai situasi health-tech di Indonesia, di sesi kali ini kita akan berbincang dengan Jonathan Sudharta, Cofounder dan CEO Halodoc. Selamat datang, Jonathan.

JONATHAN SUDHARTA 1:04
Senang dapat bergabung dalam sesi kali ini, Alan.

ALAN 1:07
Jonathan, dapat kah Anda menceritakan sedikit informasi mengenai diri Anda untuk mengawali sesi kali ini? Tapi saya memiliki permintaan khusus: jangan melupakan cerita-cerita menarik soal diri Anda, meskipun saya tidak tahu persis ceritanya apa, tapi mungkin seperti menjadi salah satu anggota band rock.

JONATHAN SUDHARTA 1:18
Saya memulai karir saya di bidang kesehatan 15 tahun yang lalu Ketika saya menjadi seorang perwakilan medis atau medical rep. Sebelum memutuskan untuk mendirikan Halodoc, saya sempat dipromosikan beberapa kali hingga memegang posisi sebagai Managing Director di salah satu perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan. Namun, jauh sebelum memulai karir di sektor ini, saya dulu pernah menjadi bassist suatu band rock. Berawal dari band, kami kemudian mendirikan suatu rumah produksi yang cukup besar, di mana kami memiliki jaringan radio sendiri, koran, rumah produksi, dan usaha-usaha lainnya. Hingga tahun lalu, saya juga merupakan kapten tim hoki es Indonesia.

ALAN 1:50
Sangat menarik sekali. Pantas saja Anda mengenakan seragam hoki di profile picture Anda, yang cukup jarang saya temukan di Indonesia.

JONATHAN SUDHARTA 2:02
Ya.

ALAN 2:02
Jon, saya yakin keluarga Sudharta telah berkecimpung di bidang farmasi dan kesehatan selama bertahun-tahun.

JONATHAN SUDHARTA 2:08
Betul sekali.

ALAN 2:09
Bagaimana hal ini memengaruhi keputusan Anda untuk mendirikan Halodoc?

JONATHAN SUDHARTA 2:15
Ayah saya adalah pendiri Mensa Group, suatu perusahaan di bidang kesehatan dengan produk end-to-end yang terintegrasi: mulai dari bahan mentah, produksi, hingga distribusi peralatan medis dan obat-obatan. Tentu saja saat saya dibesarkan di lingkungan ini, saya menjadi paham akan banyak hal terkait dunia Kesehatan dan farmasi, termasuk untuk keseluruhan prosesnya. Inilah yang menjadi bekal saya dan membentuk saya menjadi saya saat ini. Latar belakang ini memiliki peranan yang besar bagi saya untuk memahami dan memercayai bidang kesehatan.

ALAN 2:42
Kalau saya tidak salah, sektor kesehatan di Indonesia mewakili sekitar 2,3% dari PDB Indonesia. Sementara itu, di negara-negara maju, sektor ini menyumbang hingga 20%. Pertanyaan saya, bagaimana Anda melihat tren sektor kesehatan di Indonesia untuk beberapa tahun ke depan? Dan apa yang menjadi factor penggeraknya?

JONATHAN SUDHARTA 3:02
Sebelum pandemi COVID-19 merebak, pemerintah telah setuju dan memutuskan bahwa Indonesia akan membelanjakan 5% dari PDB negara untuk layanan kesehatan. Tetapi, karena pandemi COVID-19 saat ini, sama-sama kita ketahui bahwa hampir seluruh anggaran keuangan negara dialihkan untuk sektor kesehatan. Saya percaya bahwa situasi New Normal akan menciptakan lanskap baru yang berbeda bagi layanan kesehatan di Indonesia. Jadi, saya melihat bahwa mungkin anggaran untuk layanan kesehatan akan sangat besar di masa mendatang.

ALAN 3:30
Analisis ini sangat masuk akal. Menurut Anda, bagaimana proposisi nilai-nilai yang diusung oleh Halodoc saat ini?

JONATHAN SUDHARTA 3:37
Misi Halodoc sangat sederhana. Kami mencoba untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan. Jadi, proposisi misi yang kami usung benar-benar di seputar perjalanan yang dialami oleh pasien untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya. Kami ingin memberikan kemudahan bagi pasien; mulai dari berbicara dengan dokter secara online atau secara langsung, hingga mengantarkan obat secara langsung ke tempat mereka. Merujuk pada situasi saat ini, jika mereka butuh untuk melakukan tes COVID-19, mereka bisa mendapatkannya dengan mudah. Hanya dalam genggaman tangan, mereka dapat melakukan Tes PCR secara drive-thru dan hasilnya akan dikirim secara digital hanya dalam beberapa jam saja. Jadi, pada dasarnya kami sedang membangun cara untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan di Indonesia.

ALAN 4:10
Wow, deskripsi yang Anda jabarkan benar-benar luar biasa dan menggambarkan bagaimana Halodoc mengatasi pandemi yang sedang berlangsung. Sekarang, berapa besar cakupan Halodoc saat ini, dalam hal jumlah pengguna, dokter, dll?

JONATHAN SUDHARTA 4:26
Kami memiliki lebih dari 20.000 dokter dan lebih dari 4.000 rekanan apotek di Indonesia. Saat ini total pengguna aktif bulanan kami (Monthly Active Users/MAU) kami yaitu sekitar 18 juta orang. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan lebih dari 50% rumah sakit di Indonesia.

ALAN 4:41
Jangkauan Halodoc ternyata cukup luas. Jon, bagaimana sebenarnya Halodoc mendapatkan pemasukan? Dan apakah akan banyak perubahan untuk pendapatan dari masing-masing produk dalam beberapa tahun ke depan?

JONATHAN SUDHARTA 4:50
Misi utama Halodoc adalah menjadi penghubung. Kami mendapatkan pemasukan dengan kemampuan kami untuk menghubungkan pasien dengan ekosistem kesehatan, dari sisi dokter, dan dari sisi apotek atau rumah sakit, baik itu yang dibayarkan secara langsung oleh pasien ataupun yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

ALAN 5:10
Jika saya melihat dari sudut pandang dokter, bagaimana Anda mengukur manfaat Halodoc bagi dokter atau tenaga kesehatan lainnya?

JONATHAN SUDHARTA 5:18
Indonesia merupakan negara yang cukup unik. Saya harus terlebih dahulu menjelaskan bahwa kami hanya memiliki tiga dokter untuk 10.000 orang. Sejak dulu, masyarakat Indonesia telah terbiasa untuk membayar sendiri seluruh kebutuhannya yang berkaitan dengan kesehatan. Karena itu, mau tidak mau prinsip 80/20 berlaku untuk dokter, yaitu 20% dokter menjadi sangat populer dan 80% dokter lainnya termasuk dalam kategori kurang populer. Hal ini lah yang menyebabkan sekitar 50% dokter di Indonesia memiliki penghasilan yang cukup rendah. Dengan keberadaan Halodoc, kami membuka peluang besar bagi para dokter untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dan merata, dan pada saat yang bersamaan juga memungkinkan pasien untuk mendapatkan akses yang lebih baik ke dokter. Untuk menjawab pertanyaan Anda, dapat dikatakan bahwa Halodoc memberikan peluang bagi para dokter untuk menghasilkan pendapatan yang stabil.

ALAN 6:08
Jadi untuk dokter yang telah tergabung dengan Halodoc, apa saja yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan jumlah konsultasi dengan pasien? Dan apakah hanya dibutuhkan smartphone saja untuk menjadi dokter di Halodoc?

JONATHAN SUDHARTA 6:22
Ya, mereka hanya perlu mengunduh aplikasi Halodoc pada ponsel mereka. Tentu saja mereka harus melewati tahap onboarding terlebih dahulu, di mana Halodoc akan melakukan verifikasi, digital, hingga wawancara digital terlebih dahulu. Hal ini karena tidak semua dokter yang baik dapat melakukan praktik telemedisin, dan kami ingin menjaga kualitas Halodoc. Dalam waktu 24 jam saja, dokter sudah dapat bergabung dengan Halodoc. Beberapa dokter juga bisa mendapatkan 100 - 150 pasien dalam sehari.

ALAN 6:49
Sebelum sesi podcast ini dimulai, saya menggali berbagai informasi terlebih dahulu dan membaca beberapa materi. Saya sering menemukan bahwa Halodoc "berfokus pada pasien". Dapatkah Anda menjelaskan maksudnya?

JONATHAN SUDHARTA 7:04
Ini merupakan guideline pertama Halodoc. Setiap karyawan Halodoc memahami dengan sangat jelas bahwa kami selalu berupaya untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan. Dan untuk mewujudkan ini, kita perlu menghubungkan antara pasien, penyedia (provider), dan pembayar (payer). Ada begitu banyak poin-poin yang kami coba hubungkan. Dan bagi kami ini harus selalu berkaitan dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Apabila kita tidak tahu fokus kita, maka sangat mudah bagi kita untuk teralihkan atau tenggelam dalam berbagai hal yang mungkin tidak sejalan dengan misi awal kita. Bagi Halodoc, sangat jelas bahwa kebutuhan pasien harus selalu didahulukan; dalam segala hal yang kami lakukan dan setiap inovasi yang kami terapkan untuk memudahkan pasien, tujuannya yaitu untuk memastikan bahwa pasien merasa nyaman. Sebelumnya, merupakan hal yang wajar bagi pasien untuk menunggu dengan sangat lama agar dapat berkonsultasi dengan dokter. Namun, dengan menggunakan Halodoc hal ini dapat diminimalisir, cukup dengan melakukan booking saja pasien tidak perlu lagi menunggu lama. Melalui Halodoc, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter dalam waktu 15 detik saja. Ini hal yang wajar terjadi Ketika menggunakan Halodoc. Lain halnya ketika Anda mengunjungi dokter secara langsung, di mana Anda mungkin harus menunggu selama dua jam sebelum dapat berkonsultasi. Di Halodoc, kami mencoba untuk benar-benar fokus pada pasien terlebih dahulu.

ALAN 8:06
Saya berasumsi bahwa ada banyak sekali KPI yang benar-benar fokus pada hal ini. Apakah asumsi saya benar?

JONATHAN SUDHARTA 8:13
Dalam hal produk, asumsi ini benar. Tetapi ukuran utama bagi kami sebagai perusahaan adalah berapa banyak pasien yang dapat kami bantu dalam sehari. Itu yang paling penting. Ini merupakan DNA Halodoc, mulai dari CEO hingga karyawan di divisi Customer Service, kami harus selalu mengutamakan pengguna. Jadi, ketika pengguna tidak mendapatkan obat yang telah mereka pesan, apapun alasannya (misalnya pengemudi ojek yang mengantarkan obat tersebut mengalami kecelakaan), kami tidak pernah berpikir bahwa pengguna itu mungkin mencoba menipu kami. Yang kami fokuskan adalah bagaimana situasi pasien saat itu dan kami akan segera mengirimkan obat kepada mereka tanpa memikirkan berapa biayanya. Ini lah guideline kami yang pertama “Patient First ".

ALAN 8:44
Jon, apa dua bagian terbesar dari kerangka regulasi Indonesia yang paling relevan dengan Halodoc?

JONATHAN SUDHARTA 8:50
Halodoc bekerja sangat erat dengan tiga pihak, salah satunya yaitu Kementerian Kesehatan. Yang kedua yaitu BPOM. Yang ketiga adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, terdapat pemangku kepentingan lainnya seperti asosiasi dokter dan asosiasi farmasi. Jika saya harus menyebutkan dua bagian terbesar, menurut saya antara lain "PSEF" (Penyedia Sistem Elektronik Farmasi) yang merupakan definisi dari perusahaan teknologi resmi yang diizinkan untuk melakukan transaksi obat pada platformnya, seperti Halodoc. Tidak semua platform di Indonesia diperbolehkan untuk melakukan jual-beli obat atau hal-hal yang berhubungan dengan obat. Dan kami memiliki izin resmi untuk melakukan itu. Pemangku kepentingan yang berkaitan dengan hal ini tentunya Kementerian Kesehatan dan BPOM.

ALAN 9:30
Apa tiga pelajaran atau dampak yang paling bermakna bagi Halodoc sejak adanya pandemi ini?

JONATHAN SUDHARTA 9:38
Situasi yang terjadi karena pandemi ini sangat menarik. Saat pandemi mulai merebak di Indonesia pada bulan Maret/April, kami dan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan saat erat. Saat itu, rumah sakit di Jakarta tidak cukup lagi untuk menampung pasien COVID-19. Kementerian Kesehatan saat itu meminta kami untuk tidak hanya melakukan sosialisasi, namun juga mendorong pengobatan di rumah. Saya pikir itu adalah bagian yang sangat berarti di mana kami benar-benar memberikan dampak positif bagi pasien yang berkonsultasi dari rumah. Bagaimana cara melakukan perawatan di rumah menurut saya sangat berarti karena kami menghubungkan pasien dengan dokter. Saat itu, kami memiliki sekitar 500 dokter baru setiap minggunya untuk membantu melawan COVID-19. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter dari rumahnya saja. Apabila dibutuhkan, dokter juga akan merekomendasikan pasien utnuk melakukan tes. Pada saat itu, belum cukup banyak tes COVID-19 yang dapat dilakukan. Tetapi, kami beruntung dapat menghadirkan layanan tes COVID-19 secara drive-thru bagi pasien. Pasien bisa langsung melakukan tes dari kendaraannya, melakukan swab test atau rapid test dalam bentuk drive-thru, pulang ke rumah, dan dokter akan menganalisa hasil tes tersebut dan menginformasikannya kepada pasien. Dokter kemudian akan meresepkan obat secara digital untuk pasien yang tinggal di rumah, dan mengirimkan obat tersebut ke rumah mereka. Proses ini sangat menggambarkan Halodoc, tetapi proses seperti ini juga dibutuhkan oleh pemerintah, karena pada saat itu, kapasitas rumah sakit tidak mencukupi. Dapat saya katakan bahwa proses ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pasien, tetapi juga memberikan rasa aman bagi dokter, sekaligus membantu pemerintah.

ALAN 11:09
Saya tidak dapat memikirkan contoh pemanfaatan teknologi yang lebih kuat lagi, yang mampu mempermudah dan mendorong efisiensi yang lebih besar, terlebih lagi saat situasi kritis seperti sekarang.

JONATHAN SUDHARTA 11:22
Terima kasih.

ALAN 11:22
Bisakah Anda membagikan data statistik penggunaan Halodoc sejak awal COVID-19?

JONATHAN SUDHARTA 11:27
Selama periode awal COVID-19, saya rasa pertumbuhan pengguna kami telah mencapai lebih dari 600%.

ALAN 11:32
Sungguh menakjubkan.

JONATHAN SUDHARTA 11:33
Pertumbuhan Toko Kesehatan Halodoc rata-rata berada di angka 40% hingga 50%, karena saat ini banyak orang yang membeli obat atau vitamin secara online. Kami mendapatkan pertumbuhan yang signifikan untuk rentang pengguna yang kini menggunakan platform telemedisin. Satu contoh yang paling saya sukai adalah paman saya. Paman saya berumur 70 tahun. Selama empat tahun terakhir, dia tidak tahu apa yang saya lakukan. Dia tahu bahwa saya memiliki perusahaan bernama Halodoc, tetapi dia tidak tahu apa itu Halodoc, dan tidak pernah peduli. Tapi saat pandemi ini muncul, di bulan April atau Mei lalu dia malah menelepon saya dan saya terkejut. Apa yang terjadi? Saya mulai takut. Tetapi dia berkata, "Jon, kamu tahu tidak kalau saya telah menggunakan Halodoc sebanyak dua kali dalam minggu ini. Saya berkonsultasi dengan dokter ortopedi dan juga dokter spesialis kulit saya. Obat yang saya butuhkan juga langsung dikirimkan kepada saya. Ini sangat keren.”. Sekarang saya hanya menyebutkan satu contoh saja, orang yang sangat dekat dengan saya. Tapi saya tahu banyak teman istri saya dan juga beberapa teman saya yang dulu sangat skeptis tentang apa yang dilakukan oleh Halodoc, sekarang menjadi pengguna Halodoc. Menurut saya ini perubahan yang sangat signifikan selama periode ini. Jadi, selain pertumbuhan jumlah transaksi dan pengguna yang signifikan, terdapat pula ragam pengguna Halodoc dengan rentang umur dan latar belakang yang berbeda.

ALAN 12:41
Jon, saya mendapatkan informasi bahwa Bill and Melinda Gates Foundation adalah salah satu investor Halodoc. Bagaimana itu bisa terjadi?

JONATHAN SUDHARTA 12:46
Banyak hal yang terjadi di Halodoc penuh dengan kebetulan. Tiga tahun lalu, saya cukup beruntung diundang oleh Bill Gates untuk makan siang di tempatnya bersama 20 pengusaha dan eksekutif muda lainnya untuk berdiskusi dengannya. Saat itu, saya baru saja memulai Halodoc dan dia mendengar tentang saya atau Halodoc dan saya diundang ke sana. Mereka memberikan kesempatan bagi kami untuk benar-benar bertanya. Saya waktu itu sangat berani dan saya sebenarnya memakai t-shirt Halodoc di dalam pakaian luar yang saya kenakan. Waktu itu dress code yang harus dikenakan sangat formal. Jadi saya memakai t-shirt Halodoc di dalam jas saya. Dan ketika saatnya tiba, saya membuka jas saya dan saya memberi tahu Bill Gates: "Omong-omong, saya mewakili Halodoc. Inilah yang kami lakukan.". Jadi saya sebenarnya melakukan pitching di depan sekelompok orang ini. Saat itu Bill berkata "Menurut saya apa yang kamu lakukan sangat menarik. Bisakah Anda berbicara dengan direktur saya?". Ini terjadi tiga atau empat tahun lalu. Kemudian tidak terjadi apa-apa. Tetapi tahun lalu, Bill dan Melinda Gates Foundation mengubah mandat mereka dari yang tadinya sangat berfokus pada vertikal menjadi pendanaan yang memiliki dampak lebih besar. Kami adalah perusahaan pertama yang mereka panggil. Mereka berkata: "Jon, kami ingin melakukan investasi awal yang spesifik untuk sektor layanan kesehatan karena kami percaya bahwa teknologi digital dapat memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat, terutama bagi populasi yang kurang mendapatkan akses. Misi Halodoc sangat cocok karena Anda tidak perlu membuat sesuatu hanya untuk Gates Foundation Anda sudah melakukan apa yang menjadi fokus kami saat ini.”. Begitulah awal mulanya hubungan Halodoc dengan Bill and Melinda Gates Foundation.

ALAN 14:14
Cerita ini sangat original dan menarik.

JONATHAN SUDHARTA 14:18
Ya.

ALAN 14:19
Bagaimana kondisi persaingan medtech Indonesia? Apakah semakin banyak kompetisi? Atau apakah para pemain utama di sektor ini malah melakukan diversifikasi satu sama lain?

JONATHAN SUDHARTA 14:31
Pertama-tama, saya ingin Anda mengetahui sudut pandang saya terhadap layanan Kesehatan dan persaingan di bidang layanan kesehatan digital. Menurut saya, semua pelaku di sektor layanan kesehatan mencoba untuk menyederhanakan atau membantu memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat, baik itu kepada pasien maupun providers. Jadi saya melihat bahwa seluruh pelaku di industry ini memiliki misi yang sama dengan saya, bukan sebagai lawan, tetapi lebih sebagai teman yang mencoba untuk menyelesaikan masalah yang sama. Mungkin beberapa di antaranya bagus dan ada juga yang kurang bagus. Dan bahkan mungkin ada pula yang lebih baik. Kita seharusnya tidak fokus untuk mencoba mengalahkan satu sama lain. Tapi kita harus melihat dari sisi internal. Bagaimana kita bisa memperbaiki diri agar menjadi lebih baik? Jadi itu pola pikir yang sangat berbeda. Begitulah cara saya melihatnya.

ALAN 15:18
Saya paham. Dan sepertinya masih banyak yang dapat dilakukan. Apakah benar?

Tepat sekali. Menurut saya, ada banyak orang yang terjun ke bidang ini dan banyak dari mereka melakukan hal yang sangat berbeda dari yang dilakukan Halodoc. Saya pikir Halodoc adalah satu-satunya yang secara khusus fokus untuk menyelesaikan tantangan yang dialami oleh pasien secara end-to-end. Sebagai contoh, jika kita melihat sektor transportasi, misalnya ride-hailing, mereka memulainya dari penyelesaian satu masalah, yaitu membawa seseorang dari titik A ke titik B. Sementara itu, di sektor layanan kesehatan, jika Anda ingin memenuhi kebutuhan pasien, perusahaan seperti Halodoc harus menyelesaikan banyak tantangan yang berbeda. Pertama, dari rasa sakit yang dirasakan, yaitu "Apa yang terjadi padaku?”. Pasien biasanya akan mencari informasi di Google dan mengetik: "Saya sakit kepala - apa yang harus dilakukan?", atau mencari jenis sakit kepala tertentu. Itu baru hanya satu tantangan saja, yaitu rasa sakit dan Anda tidak tahu harus berbuat apa. Tantangan kedua sakit adalah "Saya perlu berbicara dengan dokter". Apakah itu secara langsung? Atau dapatkah saya melakukannya secara online? Itu tantangan yang lain. Setelah Anda berbicara dengan dokter, Anda perlu mendapatkan obatnya. Sekarang, di Indonesia berbeda dengan Singapura. Di Singapura, Anda bisa mendapatkan obatnya langsung dari dokter. Sementara, di Indonesia Anda harus membelinya di apotek. Jadi, membeli obat serta mengunjungi apotek yang tepat yang dapat menyediakan obat untuk Anda merupakan masalah lainnya. Jika Anda perlu melakukan tes darah, itu tantangan yang berbeda lagi. Atau jika Anda perlu melakukan diagnostik, seperti tes PCR atau rapid test untuk COVID-19, itu tantangan lain lagi. Jadi, terdapat beberapa masalah, belum lagi aspek pembayaran Ketika Anda menggunakan asuransi. Saat ini hanya Halodoc yang benar-benar menghubungkan semua titik itu dan mencoba menyelesaikan tantangan di masing-masing titik tersebut sekaligus. Para pelaku industri lain biasanya menawarkan produk yang berbeda, seperti satu vertikal untuk konten, satu vertikal untuk asuransi, satu vertikal hanya untuk kesehatan mental. Jadi menurut saya itulah yang membedakan kami dari perusahaan lain.

Jon, seberapa penting kemitraan bagi Halodoc? Dan bisakah Anda mengilustrasikan bagaimana kerja sama menurut Anda?

JONATHAN SUDHARTA 17:17
Halodoc hanya ada karena kami menghubungkan semua mitra dalam ekosistem ini. Dokter adalah mitra kami. Apotek merupakan mitra penting bagi Halodoc. Para payers, dalam hal ini asuransi, juga merupakan mitra yang sangat penting bagi Halodoc. Rumah sakit juga mitra yang penting. Kami semua bekerja bahu-membahu dalam mencoba menyelesaikan kebutuhan pasien. Sebagai pemain di industri ini, kami mencoba menghubungkan semua titik, menggunakan teknologi untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh pasien. Oleh karena itu, saya tidak dapat hanya menunjukkan satu mitra tertentu karena setiap orang memiliki perannya dalam ekosistem ini dengan tujuan utama yaitu untuk memberikan kemudahan bagi pasien.

ALAN 17:52
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemitraan sangat penting untuk kesuksesan Halodoc kedepannya.

JONATHAN SUDHARTA 17:57
Tentu saja.

ALAN 17:58
Jon, apakah Anda membayangkan bahwa sebagian besar negara-negara maju di Asia Tenggara memiliki juara healthtech lokalnya sendiri? Atau apakah Anda melihat Halodoc memiliki peluang untuk memasuki pasar regional?

JONATHAN SUDHARTA 18:08
Saya tidak dapat memberikan komentar tentang pelaku healthtech di negara lain. Namun, saya dapat berbicara tentang Halodoc. Satu hal yang pasti: layanan kesehatan merupakan isu yang sangat lokal. Hanya karena Anda memiliki teknologi digital yang berfungsi di Indonesia, bukan berarti teknologi tersebut berfungsi dengan sempurna di Singapura. Seperti yang baru saja saya sebutkan kepada Anda, contoh paling jelas adalah cara pemberian obat. Di Singapura menggunakan sistem dispensing. Di Indonesia menggunakan sistem preskriptif. Jadi sangat jelas bahwa Anda perlu melokalisasi solusi Anda untuk berbagai negara di Asia Tenggara atau dunia. Fokus utama Halodoc tentu saja untuk mengatasi tantangan yang terdapat di Indonesia. Tetapi apakah kami memiliki aspirasi untuk mengatasi tantangan yang ada di negara-negara lain? Tentu saja. Tapi kami ingin memastikan bahwa kami melakukannya dengan benar terlebih dahulu di tempat asal kami sebelum kami masuk ke negara lainnya.

ALAN 18:57
Jon, apa yang saat ini membuatmu terjaga di malam hari?

JONATHAN SUDHARTA 19:00
Pasien. Apalagi di masa COVID-19 ini, di mana situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya keberadaan kita. Sebagai seorang pengusaha, saya yakin Anda paham, apalagi Anda banyak berhubungan dengan banyak startup teknologi. Kita harus memikirkan banyak masalah yang berbeda; dari sisi investasi, sisi bisnis, sisi karyawan, sisi suplai, sisi teknologi, dan sisi regulasi. Semua itu menurut saya adalah prioritas kedua, setelah fokus utama yaitu bagaimana orang-orang di dunia melewati pandemi COVID-19 yang sangat melelahkan ini. Inilah yang benar-benar membuat saya terjaga di malam hari. Bagaimana saya bisa memastikan orang-orang tetap aman dan tidak terinfeksi COVID-19? Kami harus memikirkan segalanya mulai dari distribusi, informasi yang akurat, hingga kampanye untuk membantu orang mendapatkan pembersih tangan atau tes PCR maupun rapid test secara drive-thru. Itulah yang membuat saya terjaga di malam hari dan memotivasi saya setiap hari.

ALAN 19:55
Apa yang Anda anggap sebagai potensi yang menarik untuk Halodoc di masa depan?

JONATHAN SUDHARTA 20.00
Kami menghubungkan banyak titik dalam ekosistem. Penting bagi kami untuk memastikan bahwa semua penyedia layanan kesehatan; baik itu dokter, klinik, rumah sakit, dan juga payers; menjadi lebih baik. Karena saat ini, khususnya di Indonesia, banyak proses layanan kesehatan yang bukan merupakan layanan kesehatan. Menunggu konsultasi atau proses pembayaran bukanlah layanan kesehatan. Menunggu obat bukanlah layanan kesehatan. Pemrosesan dokumen untuk dibayar oleh perusahaan asuransi bukanlah layanan kesehatan. Layanan kesehatan itu sendiri adalah ketika Anda mendapatkan tes MRI. Saat Anda mendapatkan tes PCR; itulah layanan kesehatan. Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter; itulah layanan kesehatan. Berdiskusi dengan dokter tentang proses operasi; itulah layanan kesehatan. Misi Halodoc pada dasarnya adalah mengeliminasi dan menemukan kembali cara paling baik untuk mengatasi segala sesuatu yang bukan merupakan layanan kesehatan di sekeliling layanan kesehatan itu sendiri. Saya harap itu masuk akal bagi Anda.

ALAN 20:49
Jonathan, diskusi ini benar-benar membuka mata. Saya sangat senang dapat mendengarkan semua bentuk diskusi yang berfokus pada pelanggan, atau berfokus pada pasien, yang telah Anda jalankan. Sangat menarik bagi saya melihat sektor teknologi digital dengan implikasi yang begitu besar bagi semua orang Indonesia. Kami sangat senang Anda dapat bergabung dengan kami hari ini.

JONATHAN SUDHARTA 21:09
Terima kasih banyak, Alan. Saya merasa senang dapat berbagi sedikit informasi tentang apa yang saya ketahui di bidang yang sangat baru ini.

ALAN 21:16
Podcast diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Alpha JWC Ventures. Terima kasih telah mendengarkan. Sampai jumpa lagi!
 

 

Stay up to date with our latest podcast episodes

For general inquiries, please get in touch

© 2020 by Indo Tekno Podcast