TRANSKRIP
EPISODE 41

Episode Empat Puluh Satu

Kekuatan Podcasting Hyperlocal:

Rado Ardian dari Noice

17 Oktober 2021

ALAN 0:11

Selamat datang di episode ke-41 dari Season ke-2 di podcast Indo Tekno. Selamat datang semuanya, Saya Alan Hellawell, pendiri konsultan teknologi Gizmo Advisors. Pada kuartal pertama tahun ini, ada lebih dari 2 juta podcast, dan lebih dari 48 juta episode podcast, menurut data dari Podcast Highlights. Ini pertumbuhan yang cukup mengejutkan mengingat hanya ada lebih dari 500.000 podcast aktif pada tiga tahun yang lalu pada tahun 2018. Kami menyimpulkan dalam beberapa episode podcast terakhir, bahwa selera rata-rata orang Indonesia terhadap konten online mengalami pertumbuhan yang cepat. Dengan episode ini, kita dapat menjelajahi pola dan tren konsumsi audio saat ini bersama Pak Rado Ardian, salah satu pendiri salah satu platform podcast terkemuka di Indonesia, NOICE. Dan untuk referensi semua orang, NOICE dieja N.O.I.C.E. Selamat datang di podcast, Rado.

 

RADO ARDIAN 1:11

Terima kasih, Alan. Terima kasih telah mengundang saya di sini.

 

ALAN 1:13

Tentu. Sekarang, saya ingin menyampaikan padamu, saya merasa insecure sekarang. Saya bertanya-tanya, sebagai pendiri salah satu platform podcasting paling sukses di Indonesia, apakah Anda akan diam-diam memberi judgement dan penilaian tersendiri mengenai keterampilan saya sebagai podcaster yang masih amatir disini. Apakah Anda tidak akan mempermasalahkan saya yang seperti ini? 

 

RADO ARDIAN 1:34

Haha, tentu. Mari kita berbicara santai saja.

 

ALAN 1:37

Baiklah, saya percaya. Rado, Anda dan Co-Founder NOICE, Niken Sasmaya, telah menghabiskan antara 9 dan 10 tahun dalam ekosistem Google-YouTube. Seberapa relevan rangkaian pengalaman tersebut dalam peran Anda saat ini dalam mengembangkan platform podcast NOICE?


 

RADO ARDIAN 1:58

Jadi Niken dan saya telah menempuh perjalanan panjang sejak 2012 ketika kami memulai perjalanan kami di Google. Kami memiliki latar belakang yang sama di Media Digital. Namun perbedaannya adalah, saya lebih banyak menangani sisi komersial solusi periklanan Google (Google Ads) pada saat itu, sementara Niken bertanggung jawab atas kemitraan dengan publisher pada saat itu. Kemudian di paruh kedua masa kerja kami di Google, saya mengambil peran lebih ke sisi produk, menjadi program manager untuk pengalaman pelanggan (customer experience) di Google. Jadi saya bekerja sama dengan Product Manager dan Software Engineer dalam hal peluncuran produk di beberapa pasar utama di Asia Pasifik. Sedangkan Niken lebih fokus pada sisi YouTube untuk melihat bagaimana mengembangkan ekosistem konten kreator di Asia Tenggara. Jadi dengan dua latar belakang yang kami miliki, kami berpikir itu adalah hal yang dapat saling melengkapi. Dengan menggabungkan pengalaman pengembangan produk dan juga manajemen ekosistem konten kreator, kami memastikan bahwa NOICE juga dapat menjadi platform audio terkemuka di pasar.

 

ALAN 2:57

Keren sekali. Jadi saya bisa melihat latar belakang dan keahlian Anda masing-masing bergabung untuk menambah berbagai keunikan di NOICE. Rado, kita berbicara tentang mencakup empat vertikal konten utama (di NOICE): Podcasting, Radio, Audiobook, dan Live. Menurut Anda, seperti apa pembagian waktu yang dihabiskan pengguna di antara empat kategori tersebut, misalnya, pada 2022?

 

RADO ARDIAN 3:21

Itu pertanyaan yang bagus. Untuk saat ini di tahun 2021, yang kita lihat di sini adalah yang pertama Podcast, disusul Radio Streaming, Audiobook, dan Live. Pertumbuhan fitur baru, Live Streaming, sangat, sangat cepat, dan orang cenderung mendengarkan lebih lama dalam format ini. Podcast masih akan menjadi nomor satu karena ini memiliki volume pengguna tertinggi di antara keempat (vertikal) ini. Tapi saya percaya bahwa NOICE Live, atau live streaming, akan menjadi vertikal terbesar kedua yang kita miliki di tahun 2022.

 

ALAN 3:50

Menarik. Nah, Rado, bisakah Anda membandingkan keempat mode ini lebih jauh? Apakah misalnya, salah satu dari mereka akan lebih mudah dimonetisasi lebih baik daripada yang lain?

 

RADO ARDIAN 3:59

Pada empat vertikal ini; Podcast, Radio Streaming, Audiobook dan Live; kita melihat bahwa, pertama-tama, pendengarnya relatif berbeda. Apalagi jika kita membandingkan podcast dan radio streaming. Podcast umumnya didengarkan oleh audiens yang lebih muda, yakni generasi milenial dan Gen Z, pada dasarnya adalah orang-orang yang berusia 18 hingga 34 tahun. Sementara radio streaming dikonsumsi oleh kelompok yang lebih tua, berusia 30 tahun ke atas. Jadi ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki preferensi mereka sendiri dalam hal konten audio. Tetapi dengan monetisasi, ketika berbicara tentang podcasting, itu terutama akan didukung oleh iklan, karena hal tersebut yang masih kita lihat di pasar saat ini. Tetapi di masa mendatang, akan ada lebih banyak metode monetisasi yang datang dari pengguna ketika kita berbicara mengenai format lain seperti live streaming. Jadi saya sangat senang melihat bagaimana memiliki empat vertikal berbeda dapat memberi kami lebih banyak cara untuk juga memonetisasi platform kami.

 

ALAN 4:51

Itu tingkat diversifikasi yang mengesankan. Rado, bagian konten NOICE mana yang menurut Anda memiliki keunggulan kompetitif terbesar di Indonesia, dibandingkan dengan pesaing Anda?

 

RADO ARDIAN 5:03

Ketika berbicara tentang podcast, kami telah mengamati bahwa banyak pemain masuk ke ruang ini, tidak hanya pemain global, tetapi juga lokal. Jadi ini lebih merupakan seperti perjalanan bagaimana kita bisa membuat konten eksklusif dan keren untuk membuat platform kami jauh lebih menarik dibandingkan dengan yang lain. Tetapi ketika membicarakan vertikal lainnya; Radio Streaming, Audiobook, dan Live streaming; hanya ada beberapa saat ini di pasar. Kami percaya bahwa ketiganya dapat menjadi faktor pendorong terbesar yang dapat kami gunakan untuk membuat platform kami menjadi sangat unik dibandingkan dengan yang lain.

 

ALAN 5:35

Jadi secara khusus, di mana posisi Anda dibandingkan pemain yang lainnya di industri saat ini?

 

RADO ARDIAN 5:42

Ketika kami membicarakan posisi kami saat ini, untuk saat ini kami kuat di podcasting. Dalam hal podcasting, kami telah melakukan banyak kesepakatan eksklusif dengan konten kreator. Format ini meningkatkan volume dalam hal konsumsi (konten) kepada kami. Tapi kami juga melihat potensi pertumbuhan yang hadir dari vertikal lainnya juga. Jadi kami terus berkomitmen menumbuhkan vertikal lainnya dengan berbagai cara yang dapat membuat platform kita menjadi berbeda secara unik. Saat ini kami juga menjadi solusi one-stop shopping dalam hal konten audio.

 

ALAN 6:10

Paham. Sekarang, Anda telah menyinggung ini secara singkat sebelumnya. Tapi seperti apa monetisasi yang terjadi di podcast Indonesia, apakah akan didorong oleh iklan, berbasis langganan (subscription), atau didorong oleh sponsor? Sekedar referensi, platform podcast terbesar di Tiongkok, Ximalaya, berdasarkan dari pelaporan mereka, memperoleh 45% pendapatan dari berlangganan, 23% dari iklan, 16% dari live streaming, dan 13% dari layanan pendidikan. Seperti apa monetisasi podcast di Indonesia?

 

RADO ARDIAN 6:44

Apa yang kita lihat saat ini, iklan adalah salah satu cara yang terbilang mudah dalam hal monetisasi. Kami mulai melihat semakin banyak pengiklan yang ingin memasuki sektor audio. Jadi saya percaya periklanan masih akan mendorong sebagian besar volume monetisasi ke dalam platform kami. Namun di masa depan, banyak kemungkinan bahwa monetisasi juga bisa datang dari pengguna. Hal tersebut dapat berupa subscription, bisa berupa virtual gift, dan bisa juga hal lain yang datang dari sisi pengguna. Tapi apa yang saya juga amati dari apa yang kita lihat di NOICE, pengguna cenderung mendengarkan beberapa konten tertentu. Jadi model berlangganan yang biasanya bekerja dengan platform video, yang sekali berlangganan dan kemudian Anda mendapatkan semua, mungkin tidak berlaku untuk podcast. Jadi dalam hal berlangganan podcast, kami percaya bahwa mereka hanya membayar untuk konten yang benar-benar mereka sukai. Jadi itu adalah sesuatu yang ingin kami pikirkan saat ini, yakni mengizinkan pengguna untuk berlangganan hanya konten yang mereka sukai. Kemudian ketika datang ke metode monetisasi lain dari pengguna, maka kami menghadirkan virtual gift atau hal-hal lain yang membuat monetisasi jauh lebih baik melalui live streaming. Beberapa hal tersebut adalah potensi opsi monetisasi yang dapat kami lihat di masa mendatang.

 

ALAN 7:55

Oke. Sekarang, Rado, apakah menurut Anda podcasting di Indonesia akan didominasi oleh konten yang dibuat secara profesional, atau lebih banyak materi dari masyarakat biasa yang membuat konten "Do It Yourself"? Mengapa menurut Anda ada pemisahan kategori ini?

 

RADO ARDIAN 8:11

Untuk hal ini, menurut saya Pareto Rule akan berlaku. Kami juga melihat bahwa di platform kami, sebagian besar konsumsi konten akan fokus pada konten yang dibuat secara profesional karena sifat kontennya jauh lebih berkualitas tinggi. Selain itu, hal itu terjadi karena konten tersebut melibatkan orang-orang yang sangat populer dan relatif lebih mudah untuk menarik audiens dan pendengar. Tetapi pada saat yang sama, saya juga percaya kekuatan konten pemula dengan cara yang dapat menarik audiens secara khusus, tergantung pada topik yang Anda bawa ke konten Anda. Jadi, ini adalah sesuatu yang NOICE juga ingin lakukan lebih banyak untuk memelihara para konten kreator pemula ini dengan konten mereka yang otentik. Pada saat yang sama, kami dapat membantu mereka agar mudah ditemukan (discoverable) di dalam platform, sehingga mereka juga dapat memiliki audiens mereka sendiri. Jadi begitu kita dapat membuat mereka juga memiliki audiens yang setia, maka mereka akan terus tumbuh, dan terus membuat konten di platform NOICE. Jadi keduanya memiliki keunikannya masing-masing. Tetapi saya akan mengatakan bahwa format konten lain akan memiliki kekuatan dan audiens mereka sendiri juga.

 

ALAN 9:14

Paham. Saya ada pertanyaan lebih lanjut di sana. Platform podcasting asal Tiongkok yang saya sebutkan sebelumnya, Ximalaya mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, mereka membantu lebih dari 161.000 pembuat konten dan mitra kekayaan intelektual (IP) lainnya untuk mencapai pendapatan RMB1,3 miliar, sebesar kira-kira USD 200 juta dari bagi hasil. Menurut Anda, tingkat pembagian pendapatan apa yang akan cocok untuk pasar Indonesia?

 

RADO ARDIAN 9:41

Secara umum, dalam hal pembuatan konten yang dilakukan bersama komunitas konten kreator, pada prinsipnya, bagian yang lebih tinggi harus diberikan kepada konten kreator. Pada dasarnya mereka harus memiliki setidaknya di atas 50%. Tetapi ketika sampai pada persentase spesifik yang ingin diberikan platform kepada kreator dan berapa banyak yang dibutuhkan platform, itu benar-benar tergantung pada unit economic apa yang dapat membuat platform menguntungkan dalam jangka panjang. Cara kerja model ini berlaku di platform global, misalnya YouTube, atau Patreon, dimana sebagian besar bagi hasil masuk ke kreator, dan kemudian platform mengambil bagian lebih sedikit dibandingkan dengan kreator.

 

ALAN 10:17

Dipahami. Rado, saya perhatikan dalam materi NOICE, kalian menggunakan istilah "bahasa daerah" beberapa kali. Apa yang dimaksud dengan istilah ini?

 

RADO ARDIAN 10:28

Berbicara tentang Indonesia secara keseluruhan, Indonesia memiliki lebih dari 10 bahasa. Kebanyakan orang berbicara bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai dialek yang berbeda di berbagai kota. Ketika kami mengatakan "bahasa daerah" di sini, itu berarti kami ingin menjadi relevan sebagai platform yang menyediakan konten audio kepada pendengar dengan cara yang diucapkan dalam dialek lokal. Itu adalah sesuatu yang diucapkan dalam bahasa lokal. Jika misalkan Anda pergi ke kota seperti Surabaya, banyak orang yang benar-benar berbicara bahasa Jawa. Kami ingin memastikan bahwa platform kami tidak hanya menggunakan konten yang diucapkan dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga dengan beberapa bahasa Jawa. Ini adalah kekuatan yang kami coba bawa ke penonton bahwa kami memiliki konten yang sangat besar dan beragam yang mewakili berbagai bahasa dan dialek dari budaya Indonesia, sehingga semua orang dari daerah dapat merasakan bahwa mereka dapat merasa terhubung dengan konten karena dirancang untuk menjadi sangat, sangat relevan secara lokal.

 

ALAN 11:26

Jadi Rado, apakah pasar podcasting Indonesia akan melihat banyak konten eksklusif sebagai metode komersial?

 

RADO ARDIAN 11:33

Mengingat bahwa konten podcast dapat diakses publik dan Anda dapat memilih pemutar podcast apa pun yang Anda inginkan, masuk akal jika show besar yang memiliki banyak penggemar ditawarkan semacam penawaran eksklusif oleh platform tertentu. Jadi menurut saya hal tersebut merupakan langkah strategis. Hal itu juga ialah cara yang masuk akal karena ketika kreator atau event memiliki jumlah penonton yang begitu besar, salah satu cara untuk membuat penonton bertahan pada sebuah platform adalah dengan menandatangani kesepakatan eksklusif dengan platform tersebut. Karena industri ini relatif baru, dan banyak platform ingin mendapatkan banyak daya tarik untuk format ini, kita akan melihat semakin banyak penawaran eksklusif yang akan datang. Kita melihat ini secara global, Amazon mengakuisisi jaringan (podcast) Wondery untuk hal tersebut. Spotify juga memperoleh banyak nama besar (di industri podcast) untuk hal yang sama. Ini akan sangat umum di industri ini sampai pada tahap dimana kita melihat semakin banyak, mungkin konten kreator Tier 2 dan Tier 3, juga mendapatkan daya tarik, memiliki audiens yang besar dan dapat memilih platform apa pun yang mereka inginkan. Dengan begitu, konten kreator tidak perlu menjadi eksklusif di satu platform untuk memonetisasi acara mereka dan meraih pendapatan lebih baik dari konten yang dibuat.

 

ALAN 12:45

Jadi kita bisa mengantisipasi beberapa evolusi model bisnis yang cukup menarik ke depan sepertinya.

 

RADO ARDIAN 12:51

Sangat.

 

ALAN 12:52

Rado, saya ingin mendapatkan lebih banyak gambaran di NOICE sebagai platform hari ini. Siapa, misalnya, tiga podcaster teratas kalian, dan apa fokus dari masing-masing programnya?

 

RADO ARDIAN 13:04

NOICE saat ini dikenal luas karena konten hiburan yang kita miliki. Dalam payung hiburan ini, pada kenyataannya, komedi menempati posisi tiga teratas. Yang pertama pada dasarnya adalah komedi, tetapi pembawa acara menggunakan lebih banyak dark jokes, dan mereka mengungkapkan semacam pendapat yang tidak populer, yang entah bagaimana sangat disukai orang. Kemudian program komedi kedua berbicara tentang musik, tetapi dengan cara yang sangat lucu, jadi orang juga suka menertawakan hal semacam itu. Program yang ketiga juga komedi, tapi diucapkan dalam bahasa lokal, yakni bahasa Jawa. Jadi sebenarnya acara ini banyak sekali penontonnya yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat, dan juga Jawa tengah. Bagi orang yang berbicara bahasa Jawa setiap hari, mereka benar-benar dapat melihat bahwa konten ini jauh lebih relevan bagi mereka, karena ada lebih dari 15 juta orang di Indonesia yang berbahasa Jawa. Jadi kami berpikir bahwa ketika Anda menjadi otentik untuk show Anda dan melayani top category di pasar, maka Anda dapat dengan mudah mencapai top of the charts.

 

ALAN 14:01

Jadi, NOICE bertindak seperti kaca atau cermin yang mencerminkan beberapa perilaku dan preferensi lokal yang sangat menarik. Jadi Rado, kalian pasti telah membuat beberapa penemuan/research yang sangat mengejutkan tentang kebiasaan pendengar Anda setelah meluncurkan layanan NOICE. Bisakah Anda membagikan beberapa pengamatan ini kepada kami?

 

RADO ARDIAN 14:19

Ya, tentu saja. Satu hal yang mengejutkan saya, saya sendiri adalah pendengar setia podcast, dan saya biasanya mendengarkan podcast selama waktu kerja saya, tepatnya pada siang hari. Namun di NOICE, kami mengamati bahwa waktu puncak kami adalah pada malam hari, khususnya antara jam 9 malam hingga 11 malam. Banyak orang mengonsumsi konten kami sebelum waktu tidur mereka, dan mereka juga memberi tahu kami melalui ulasan mereka bahwa ini menjadi platform yang selalu mereka gunakan setiap hari sebelum mereka tidur. Ini membantu mereka untuk tidur karena sekarang mereka merasa memiliki pendamping atau teman ketika mereka akan tidur. Jadi itu adalah insight yang sangat menarik sehingga kami tahu bagaimana platform kami digunakan pada waktu itu. Kedua, kami juga menemukan bahwa sweet spot dari durasi podcast yang biasanya dimainkan orang dalam satu sesi adalah antara 15 hingga 20 menit. Jadi katakanlah, jika podcast Anda berlangsung selama satu jam, mereka dapat menghabiskan tiga hingga empat sesi berbeda untuk menyelesaikannya. Ini adalah salah satu insight yang kami sampaikan kepada konten kreator bahwa berapapun waktu konten Anda, perlu diingat bahwa biasanya rentang perhatian untuk satu sesi saat pengguna mendengarkan podcast adalah antara 15 hingga 20 menit. Terakhir, kami tahu dari pengguna kami bahwa mereka biasanya memilih podcast untuk didengarkan, tergantung pada rekomendasi sosial mereka. Jadi mereka mendengarkan apa yang orang lain katakan; teman atau media sosial mereka. Jadi aspek rekomendasi sosial sangat, sangat penting sebagai alat untuk membiarkan pengguna memilih podcast apa yang akan didengarkan. Karena saat ini, masalah di platform dengan pemutar podcast apa pun yang kami lihat, adalah begitu banyak opsi podcast yang dapat kami dengarkan. Tetapi untuk menemukan satu yang cocok dengan preferensi Anda adalah sesuatu yang sangat sulit.

 

ALAN 16:00

Rado, beri tahu kami info lebih banyak tentang konten live. Misalnya, apa show atau kreator terbesar yang bisa didengarkan lewat fitur tersebut? Untuk memberi gambaran bagi audiens kita, apakah ada pasar lain yang memiliki konten serupa?

 

RADO ARDIAN 16:12

Kami sangat senang dengan produk yang baru saja kami luncurkan, yaitu NOICE Live. Jadi kami telah memproduksi banyak konten sesuai permintaan di platform kami, yaitu podcast, dan kami sudah memiliki banyak konten kreator audio di platform ini. Salah satu pembeda utama yang telah kami tumbuhkan di NOICE adalah bagaimana kami dapat memudahkan interaksi dan interaktivitas yang tinggi antara penggemar dan konten kreator. Kami melihat itu terjadi di bagian komentar di setiap episode yang dirilis ke platform kami. Tapi kemudian kami mendapat feedback dari para kreator: bagaimana mereka dapat berinteraksi secara real time dengan para penggemar, dan dari situlah NOICE Live lahir. Kami ingin memudahkan interaksi audio sosial semacam ini antara penggemar dan kreator, dan membiarkan mereka melakukan percakapan secara real time, baik verbal atau berbasis obrolan, sehingga hubungan antara keduanya dapat menjadi dinamis dan mendalam. Jadi inilah yang kami lihat dalam dua minggu terakhir sejak peluncurannya, dan banyak konten kreator yang sangat, sangat aktif mengundang para penggemar untuk berbicara dengan mereka dan memberikan feedback tentang acara mereka dan berbicara tentang apa pun. Jadi itu adalah sesuatu yang kita lihat saat ini.

 

ALAN 17:21

Paham. Rado, bisakah Anda menggambarkan profil demografi podcast Indonesia yang sebenarnya?

 

RADO ARDIAN 17:28

Demografi podcast kami adalah audiens yang lebih muda. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, mereka umumnya Millennial dan Gen Z, berusia antara 18 hingga 34 tahun. Kami juga melihat bahwa saat ini penonton pria lebih banyak dibandingkan penonton wanita karena kami melihat lebih banyak konten yang berfokus pada pria. Jadi saat ini kami membutuhkan lebih banyak konten yang juga bisa lebih inklusif bagi penonton wanita di masa mendatang. Tapi industri ini masih sangat baru dan kami senang melihat bahwa audiens yang berusia muda cenderung sangat menyukai konten-konten ini, dan kami melihat bahwa konten audio akan menjadi salah satu media di masa mendatang yang akan dikonsumsi oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

ALAN 18:05

Paham. Jadi Rado, China dianggap sebagai pemimpin regional, bahkan global, dalam podcasting. Pada platform seperti Ximalaya, pendengar dapat membuat dan bergabung dengan teman-teman atau ruang diskusi, mereka dapat meninggalkan komentar pada episode tertentu atau memberikan virtual gift untuk mendukung acara favorit mereka. Kreator dapat melakukan live streaming, mereka dapat memonetisasi melalui program periklanan yang cukup canggih, dan menyediakan layanan voice over, semua dalam aplikasi Ximalaya. Apakah menurut Anda salah satu dari elemen unik ini akan efektif dilakukan di Indonesia?

 

RADO ARDIAN 18:37

Tentu. Sebenarnya, kami juga sedang membangun NOICE ke arah itu, dan kami percaya dengan platform one-stop-solution kami dapat menjadi platform yang relevan baik untuk kreator maupun pendengar. Jadi sekarang, NOICE menjadi platform tempat para kreator membuat konten, dan pendengar dapat mendengarkannya, dan kami menyediakan lebih banyak cara untuk mendorong para kreator tersebut untuk bisa berinteraksi atau engage dengan para penggemarnya. Di masa mendatang, kami juga perlu menghadirkan lebih banyak cara bagaimana mereka menghasilkan uang di platform, dari iklan, dari pemberian virtual gift, dari subscription. Kami telah memiliki banyak roadmap produk yang dapat membuat ekosistem secara keseluruhan menjadi sehat, terutama bagi para kreator. Karena kami percaya begitu mereka (kreator) memiliki semua alat untuk membuat konten, serta untuk mendapatkan penghasilan, semua ini akan menjadi keuntungan tersendiri yang dapat kita lihat dari semakin banyaknya konten kreator yang datang ke platform kami. Begitu kami memiliki lebih banyak konten di platform, itu berarti kami juga akan memiliki lebih banyak audiens yang menikmati NOICE. Jadi saya pikir memiliki satu pendekatan terpadu benar-benar sangat berguna; untuk membuat platform kami cukup kuat dalam hal ekosistem audio,

 

ALAN 19:37

Paham. Jadi Anda benar-benar berusaha untuk mencapai siklus tersebut. Sekarang kita memiliki setidaknya satu platform internasional yang sangat besar masuk ke pasar Indonesia. Bagaimana menurut Anda tentang persaingan dari pemain global tersebut?

 

RADO ARDIAN 19:49

Kami memikirkan terlebih dahulu bagaimana kami dapat melakukan eksekusi akuisisi konten hyperlocal yang cepat. Itulah mengapa kami memiliki tim khusus di market. Kami memiliki tim partnership yang kuat di market. Karena kami berpikir bahwa dengan posisi kami yang datang dari platform lokal, pasar lokal, kami memiliki keuntungan lebih untuk mengenal lebih banyak pihak ketiga yang dapat bermitra dengan kami. Memiliki akses semacam itu benar-benar membantu kami untuk menjalankan pembuatan konten menjadi jauh lebih terukur. Kami percaya bahwa ketika kami memiliki lebih banyak konten yang tersedia di platform kami, kami juga dapat membawa lebih banyak lagi audiens ke platform kami.

 

ALAN 20:23

Masuk akal. Rado, apakah kalian memiliki target untuk tahun 2022, seperti berapa banyak pembuat konten yang Anda inginkan di platform, atau berapa konten yang ingin Anda tawarkan, dll?

 

RADO ARDIAN 20:35

Saat ini kami memiliki lebih dari 100 konten original & eksklusif dan lebih dari 200 konten non-eksklusif, dan ini baru permulaan. Sebenarnya, kami sedang melakukan on-board untuk konten non-eksklusif, jadi kita akan melihat lebih banyak dari itu. Tetapi pada tahun 2022, kami percaya bahwa kami dapat menjadi lima kali lebih besar dari apa yang kami miliki saat ini. Kami percaya pada aspek bagaimana kami dapat menjaga komunitas konten kreator. Jadi kami tidak hanya ingin menunggu mereka datang kepada kami, Kami perlu proaktif mengembangkan konten audio dari komunitas karena ini adalah sesuatu yang masih baru di industri ini. Kami percaya bahwa, ketika kami dapat memelihara hal tersebut (komunitas), kami dapat melihat efek bola salju / snowball, dengan semakin banyaknya masyarakat yang ingin menjadi kreator audio. Jadi ada kombinasi di antara keduanya, bagaimana kita dapat menggabungkan upaya tersebut untuk membuat konten jauh lebih terukur dalam hal pembuatannya. Kemudian kami akan memilih mana yang menurut kami harus kami buat eksklusif, berdasarkan potensi audiens yang akan mereka bawa ke platform kami.

 

ALAN 21:30

Jadi benar-benar pertumbuhan dan ekspansi yang luar biasa direncanakan selama 12 bulan ke depan ya. Nah, Rado, senang mendengar betapa menggeliatnya podcasting media di Indonesia, dan apa yang dapat diharapkan pendengar saat NOICE melanjutkan kepemimpinan dan inovasinya. Memang, sangat "Noice" untuk mengajak Anda bergabung sebagai tamu di program ini. Saya harus mengatakan hal itu. Tapi terima kasih sekali lagi untuk bergabung dengan kami hari ini.

 

RADO ARDIAN 21:52

Terima kasih kembali telah mengundang kami.

 

ALAN 21:53

Dan saya hanya meminta agar Anda memberi seri podcast kami "bump" dalam algoritma pencarian NOICE. Hanya bump kecil. Oke?

 

RADO ARDIAN 22:02

Tentu. Podcast Anda sudah ada di NOICE juga.


 

ALAN 22:05

Bagus sekali. Yah, kami berharap pendengar kami menikmati episode hari ini. Seperti biasa, kami berharap Anda bisa memberikan feedback apa pun tentang podcast Indo Tekno. Terima kasih telah mendengarkan. Sampai jumpa lagi!