TRANSKRIP
EPISODE 31

Episode Tigapuluh Satu

Cara Mengatasi Pandemi:

Indra Gunawan dari Bobobox

10 Augustus 2021

ALAN  0:11  
Selamat datang di Episode 31 – Season 2 dari Indo Tekno Podcast. Selamat datang semuanya. Saya Alan Hellawell, founder dari konsultan teknologi Gizmo Advisors dan Venture Partner di Alpha JWC. Beberapa inovasi inspiratif yang sudah saya temukan di ekosistem teknologi Indonesia sejak pandemic dimulai salah satunya datang dari para pemain di sector hospitality, yang dihadapkan pada tantangan luar biasa terhadap business model mereka. Hanya segelintir yang berhasil bertahan dan pivot ke keadaan yang lebih baik. Bobobox sebagai jaringan hotel kapsul yang tech-enabled sudah membuktikan beberapa inovasi untuk mengakomodir dan menjawab tantangan yang muncul sejak awal 2020. Kami senang sekali kehadiran CEO Bobobox Indra Gunawan di episode kali ini untuk membahas perjalanan perusahaan ini sejak didirikan tahun 2017. Selamat datang Indra.
INDRA GUNAWAN  1:11  
Hi Alan. Terimakasih sudah mengundang saya ke sini.
ALAN  1:14  
Sama sama. Ngomong – ngomong, kamu dan co-founder Bobobox Antonius Bong in ikan memulai semuanya di Bandung. Apa sih hubunganmu dengan Bandung?
INDRA GUNAWAN  1:23  
Iya, benar. Saya asli Bandung, lahir dan besar di bandung. Dan menurut kami, Bandung punya karakteristik yang mirip dengan banyak kota – kota lain di luar Jakarta. Dan saat itu, kami kira menguji coba produk kami di Bandung dapat membantu kami untuk menemukan product market fit di tengah pasar Indonesia.
ALAN  1:44  
Asli Bandung ya. Jadi Indra, apa bedanya Bandung dan Jakarta kalau bicara soal startup ecosystem?
INDRA GUNAWAN  1:51  
Pertama – tama, dalam hal pencarian talent dan SDM, bisa dibilang Bandung beruntung karena kota ini punya banyak kampus yang bagus, missal ITB Unpad Unpar. Jadi ada banyak sekali potensi di situ. Dalam kompetisi, Bandung tidak terlalu kompetitif seperti Jakarta, sehingga kami punya kesempatan yang lebih bagus untuk mempertahankan talenta dan SDM yang kami miliki. Selain itu, cuaca Bandung yang relative lebih dingin juga menyediakan lingkungan yang lebih mendukung dan nyaman buat tim kami Ketika ingin mengembangkan produk.
ALAN  2:31  
Terus vibe nya sendiri itu lebih mirip Silicon Valley kah? Lebih mirip California disbanding Jakarta yang mungkin lebih ramai dalam hal aktivitas bisnis ya?
INDRA GUNAWAN  2:43  
Iya, benar. Bandung itu kota yang lebih dingin dan juga kota pelajar. Dan ada banyak startup yang sedang tumbuh disini. Selain itu, seamngat untuk berwirausaha juga cukup tinggi, didukung oleh banyaknya komunitas kreatif di sini.

ALAN  3:02  
Wah sepertinya saya makin takjub dengan kota ini. Ngomong-ngomong, saya sebenarnya sudah aware dengan konsep kapsul yang bermula di Jepang tahun 1979. Saat itu sebenarnya sudah cukup murah dan juga nyaman, khususnya menimbang Jepang yang padat penduduk. Hal apa dari business model ini yang Bobobox ambil dan bawa ke Indonesia? Dan bagian mana yang dimodifikasi?
INDRA GUNAWAN  3:32  
Alan, kami menyadari bahwa transformasi digital telah membuat dunia bergerak lebih cepat. Dan karena itu, mobilitas dan perjalanan yang lebih cepat sudah menjadi gaya hidup sekarang. Akses terhadap tidur bukan hanya sulit, namun juga hampir tidak mungkin di tengah kondisi tersebut, karena menemukan akomodasi yang aman, nyaman dan terjangkau sangat sulit. Di sinilah kami mulai berpikir untuk melihat lebih jauh potensi budget accommodation sebagai sebuah solusi untuk pasar. Kami menemukan bahwa dalam tiga sampai lima tahun terakhir, hotel kapsul telah tumbuh pesar di berbagai belahan dunia. Hal ini sangat menarik, karena jika kita bertanya, kenapa tren ini tidak tumbuh di tahun 90-an atau 2000an? Dan jawabannya adalah ternyata permintaan terhadap budget accommodation baru tinggi di beberapa tahun terakhir ini. Yang kami lakukan, kami menghabiskan waktu 6 bulan untuk mencoba berbagai macam hotel kapsul di Jepang, China, Singapura, Amsterdam dan New York, dan kami mengumpulkan tiap – tiap elemen terbaik yang kami rasakan selama di sana. Dari situ kami menemukan bahwa hotel kapsul tradisional belum bisa menjangkau pasar yang lebih luas, yaitu orang – orang yang biasa tinggal di hotel bintang dua atau bintang tiga. Dari situlah kami berpikir bahwa kami harus memodifikasi desainnya sehingga hotel kapsul kami dapat menjadi hotel yang lebih nyaman dengan ruang yang lebih luas dan aman, namun tetap terjangkau. Kami juga menyadari bahwa teknologi dapat memungkinkan kita untuk meningkatkan user esperience, sekaligus kualitas pelayanan. Di situlah awal mula kami memodifikasi hotel kapsul tradisional menjadi Bobobox sleeping pod yang kita tahu sekarang.
ALAN  5:34  
Mari kita sedikit membahas dari sudut pandang teknologi. Bobobox dikenal sebagai the first and largest tech-enabled sleeping experience ecosystem in Indonesia. Di bagian mana teknologi berperan sangat penting dalam ekosistem Bobobox?
INDRA GUNAWAN  5:55  
Berdasarkan data yang ada, 95% operator hotel di Indonesia itu ternyata masih menggunakan platform dari pihak ketiga. Di situlah kami melihat sebuah kesempatan. Karena kalau kita lihat bagaimana orang – orang menggunakan smartphones saat ini, kita bisa melihat bagaimana teknologi dapat meningkatkan dan mempercepat pengalaman di sector hospitality. Dan ini juga memungkinkan operator seperti kami untuk menjalankan bisnis dengan lebih cepat dan efisien. Mengintegrasikan teknologi ke dalam sleeping pods kami memberikan kami transparansi dalam hal performance hotel. Teknologi juga memungkinan pengguna atau tamu untuk melakukan proses check in dan check out yang lebih bebas hambatan tanpa harus melalui proses yang biasa mereka temui di hotel konvensional. Ini memungkinkan kami untuk lebih mengenal user kami, dan mengetahu preferensi dan kebiasaan mereka.
ALAN  6:58  
Indra, dapatkah Anda memberi gambaran kepada kami seberapa besar jaringan Bobobox di Indonesia? Di mana saja lokasi dari Bobobox di Indonesia?
INDRA GUNAWAN  7:09  
Sekarang kami sudah ada di 17 lokasi strategis di seluruh Indonesia, tepatnya di 5 kota dan saat ini kami sudah mempunyai kurang lebih 1000 kamar per hari ini.
ALAN  7:21  
Wah, itu perkembangan yang sangat besar ya sejak kita ketemu terakhir kali di Bandung. Lalu, target hingga tahun 2022 seperti apa?
INDRA GUNAWAN  7:30  
Kami menargetkan untuk punya 60 lokasi hotel dan 60 lokasi kabin di seluruh Indonesia. Kita sudah memvalidasi product market fit untuk kedua produk tersebut. Sleeping pods untuk Kawasan perkotaan, namun sepertinya produk Bobocabin akmi juga di terima oleh audiens. Jadi kami sekarang berencana untuk mempercepat ekspansi kabin dengan menargetkan 60 lokasi.
ALAN  8:00  
Wah, diversifikasi yang sangat bagus. Jadi, berapa sih harganya kalau ingin menginap di Bobobox?
INDRA GUNAWAN  8:06  
Jadi, untuk Bobobox sleeping pods, kita menjualnya dengan harga $8 sampai 15$ per malam tergantung dari ukuran kamarnya, ada single dan double. Untuk kamar single kami jual dengan harga $8 sampai $10.04 . Sedangkan untuk double, dengan king sized bed yang muat untuk dua orang dewasa dan satu anak -anak kami jual dengan harga $12 sampai $15 tergantung lokasi nya.
ALAN  8:34  
Baiklah, jadi lebih cocok untuk tamu yang budget-conscious ya. Lalu, apa saja hal – hal yang sudah dilakukan Bobobox untuk beradaptasi di tengah pandemic?
INDRA GUNAWAN  8:46  
Sebelum ada COVID-19, kami melihat ada tiga pain points utama yang harus kami pecahkan Ketika kami memutuskan untuk meluncurkan Bobobox. Pertama, lokasi strategis. Banyak hotel – hotel di luar sana yang laris karena lokasinya yang strategis. Jadi, punya lokasi yang strategis sangat penting untuk branding di industry hospitality. Kedua, adalah harga. Melihat ke pasar Indonesia, harga yang terjangkau adalah sebuah factor yang sangat berpengaruh untuk tamu kita Ketika mereka memutuskan mau stay di tempat kita atau tidak. Dan yang ketiga adalah kebersihan, dan standardisasi dari pengalaman menginap secara keseluruhan. 
Semenjak COVID-19, prioritas jadi berubah. Kebersihan menjadi factor utama bagi Sebagian besar orang. Mereka jadi lebih sering bertanya soal protokol kesehatan dan bagaimana kami menjaga kamar agar tetap bersih dan mempunyai sanitasi yang baik. Lokasi tidak terlalu menjadi patokan semenjak pandemic, jadi kami berpikir untuk lebih berfokus ke bagaimana kita dapat meyakinkan tamu kalau hotel kita itu aman. Dan tidak hanya tamu aja, tapi juga staf di lapangan yang mengoperasikan tiap cabang harus juga aman dan mematuhi protokol kesehatan. 

ALAN  10:19  
Sangat jelas sekali ya perubahannya. Saya berasumsi bahwa tingkat okupansi sangat terganggu sejak awal pandemic. Bagaimana sih sebenarnya tren tersebut berlangsung sejak awal 2020 sampai sekarang?
INDRA GUNAWAN  10:34  
Di awal Maret 2020, ketika Presiden Jokowi mengumumkan ada dua kasus positif di Indonesia, kita dapat melihat bahwa tingkat okupansi hotel itu menurun drastic. Di banyak wilayah di Indonesia, banyak operator hotel yang okupansi nya hanya di level bawah dua digit, bahkan beberapa hanya single digit. Sedangkan untuk Bobobox, okupansi kita menurun sampai 70% di awal pandemic. Di waktu yang sama, kita melewati bulan Ramadan. Itu semakin memperburuk keadaan. Tapi yang mengejutkan, sejak lockdown dihentikan di bulan Mei, kita melihat okupansi kita sudah mulai membaik signifikan, bahkan lebih cepat dari yang kami kira. Sampai sebelum lockdown bulan lalu, kami dapat meraih okupansi 70% sampai 80%. Di beberapa lokasi, missal Jakarta, sudah 80%, di mana itu okupansi kami pre-COVID.
ALAN  11:41  
Saya yakin 90% dari cutomer Bobobox adalah millennials. Apa bedanya sih mereka dengan customer yang lebih dewasa?
INDRA GUNAWAN  11:51  
Ada beberapa hal menarik ya yang kami temukan. Kami melihat bahwa millennials punya sentiment yang lebih positif terhadap tren perjalanan, terlepas dari COVID-19, di mana customer yang lebih tua umumnya lebih senang untuk tinggal di rumah selama pandemic. Kami takjub bahwa selama pandemic, tetap ada 40% tamu yang menginap Kembali di pods kami, dan 95% diantaranya adalah millennials, di range usia 18 sampai 35 tahun. Kelompok usia ini juga adalah mereka yang tidak hanya stay di pods kami tapi juga yang sudah bepergian ke seluruh Indonesia. Jadi ada potensi pasar domestic yang luar biasa besar di sini. Di sisi lain, kita melihat para millennials ini sudah mulai beradaptasi dengan new normal, sebuah gaya hidup baru yang mengakibatkan durasi stay mereka juga jadi lebih lama. Jadi yang biasanya Cuma stay satu dua malam, sekarang banyak yang stay bermimggu-minggu bahkan berbulan – bulan. Dan alas an utamanya adalah karena mereka bisa kerja secara remote. Dan kita menemukan bahwa sekarang itu orang-orang lebih suka untuk stay di tempat yang dekat tempat kerja. 
ALAN  13:19  
Sungguh menarik. Jadi para millennial sudah mulai menunjukkan perilaku yang semakin berubah ya sejak pandemic. Dan saya rasa kamu sangat beruntung mereka jadi salah satu customer base Bobobox. Indra, terakhir ketika kita ketemu di Bandung, core value proposition dari Bobobox kan masih hotel kapsul ya. Saya lihat sekarang itu sudah berkembang menjadi produk lain seperti Bobobcabin dan Bobovan. Bisa dijelaskan tentang dua produk baru ini?
INDRA GUNAWAN  13:52  
Seperti yang saya katakan sebelumnya, tingkat hunian kami sangat terpengaruh oleh pandemi, kami mengalami penurunan 70% dan banyak operator serta pemain perhotelan lainnya memutuskan untuk menunggu dan melihat sampai COVID-19 selesai. Tapi apa yang kami putuskan pada bulan Juni tahun lalu, daripada menunggu sampai COVID-19 selesai, kami memutuskan untuk menggali lebih dalam sentimen konsumen dan mencoba mencari tahu apa yang akan menjadi perubahan perilaku selama pandemi ini yang akan bertahan bahkan setelah pandemi berakhir. Dan selain pasar perjalanan domestik yang meningkat, kami juga menemukan bahwa inisiatif atau perilaku bekerja dari jarak jauh ini adalah sesuatu yang akan terus berlanjut bahkan ketika pandemi telah berakhir. Banyak data menunjukkan bahwa banyak orang ingin memiliki opsi bekerja dari jarak jauh ketika COVID-19 berakhir. Dan juga kami menemukan bahwa banyak dari orang-orang ini sudah bersedia untuk melakukan perjalanan dalam satu tahun ke depan. Kami juga melihat bahwa ada ketertarikan besar untuk kegiatan di luar ruangan selama pandemi. Sehingga saat ini masyarakat secara aktif mencari alternatif destinasi wisata yang aman, dan dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tersayang. Jadi kami melihat ada kegiatan seperti camping, outdoor glamping, dan liburan terpencil telah menjadi bagian penting dalam strategi marketing hospitality dalam enam hingga delapan bulan terakhir. Jadi kami pikir itu akan menjadi ide yang sangat keren. Dan kami percaya ini bisa menjadi solusi nyata bagi banyak orang yang sudah ingin bepergian jika kami memasang teknologi kami, serta pengalaman tidur modular kami, tetapi dalam suasana outdoor. Jadi itulah yang kami lakukan. Pada bulan Februari, kami meluncurkan pertama kami tahun ini, pada dasarnya adalah kabin prefabrikasi modular dalam konsep yang sama seperti bagaimana kami menyiapkan sleeping pod kami, dan dipasang di hutan. Kami meluncurkannya pada bulan Februari, dan langsung terjual habis, dan telah mempertahankan tingkat hunian 100% hingga September tahun ini. Dan juga berdasarkan permintaan yang tinggi itu, kita juga akan menemukan bahwa solusi alternatif untuk perjalanan domestik dengan mobil dapat difasilitasi oleh Bobovan.
ALAN  16:35  
Luar biasa sekali, sebuah studi kasus yang menarik dari situasi yang kamu hadapi. Indra terimakasih atas background dari produk baru Bobobox. Lalu, apa sih yang bisa kita lihat dari segi perubahan revenue Bobobox, baik dari produk kapsul atau juga produk bari ini, missal untuk setahun ke depan?
INDRA GUNAWAN  16:53  
Sebelum COVID-19, apa yang kami rencanakan adalah benar-benar memenangkan pasar Indonesia dan mencoba mendominasi, khususnya pasar perkotaan dengan menggandakan ekspansi kapsul. Jadi sekarang melihat situasi saat ini, melihat seberapa baik kami menjual kabin, dan dengan harga yang jauh lebih tinggi, kami menjual kabin kami dengan harga $40 hingga $60 per malam memberi kami margin dan model bisnis yang jauh lebih baik. Oleh karena itu, kami berencana untuk melipatgandakan perluasan kabin tahun ini, dibanding hotel kapsul kami. Tentu saja kami masih memperluas kapsul kami, karena di kota-kota yang memiliki pemulihan ekonomi yang lebih cepat, seperti Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, kami percaya Bobohotel akan tetap memberikan dan memfasilitasi kebutuhan banyak pelancong yang sering bepergian. Namun kini berkat COVID-19, kami juga dapat memanfaatkan kebiasaan para petualang milenial ini, di mana kami dapat membantu lebih banyak daerah terpencil yang terkena dampak COVID-19 sehingga mereka dapat memiliki jenis pariwisata baru di segmen ini. Sehingga kami berharap dapat menata kembali pariwisata di Indonesia melalui kerjasama dengan beberapa produk kami Bobovan dan Bobocabin. Jadi kita akan melihat perubahan 30% sampai 40% dari pendapatan kita dalam satu atau dua tahun ke depan berasal dari produk baru yang kami luncurkan ini.

ALAN  18:17  
Menarik banget. Mungkin pertanyaan selanjutnya ini yang sangat ditunggu oleh investor dan audiens kita. Apa sih yang membuat business model Bobobox sangat atraktif secara ekonomi jika dibandingkan hotel tradisional?
INDRA GUNAWAN  18:31  
Pertama-tama, capex adalah bagian yang sangat besar dari setiap bisnis perhotelan. Sebagian besar bisnis perhotelan di luar sana bersifat capex intensive. Dan cara kami merancang model bisnis kami, itu adalah model belanja modal (capex) yang jauh lebih terjangkau. Dalam hal investasi per kamar, kami 75%, jika tidak 85%, lebih murah daripada hotel atau resor tradisional. Jadi jauh lebih terjangkau bagi banyak investor dan pemilik properti atau pengembang properti. Dan ini juga disupport oleh cara kami dalam efisiensi ruang, serta modularitas dan prefabrikasi. Prefabrikasi modular ini memungkinkan kami untuk tumbuh seiring pertumbuhan pasar, ini memberikan risiko yang lebih kecil bagi investor untuk memasuki pasar baru karena tidak seperti hotel konvensional di mana Anda harus membuat rencana induk dan siap menyiapkan 100 hingga 200 kamar untuk Anda untuk mendapatkan balik modal. Kami hanya perlu memasang 10 hingga 20 kamar atau 10 hingga 20 kabin untuk menguji pasar dan kami selalu dapat menambah jumlah kamar seiring pertumbuhan pasar. Dengan fleksibilitas ini, investor dapat memiliki lebih banyak pilihan di mana mereka ingin berekspansi, hal ini juga karena teknologi yang kami gunakan. Hal ini memungkinkan kita untuk beroperasi jauh lebih efisien. Kami menjalankan 70% biaya operasional yang lebih efisien, karena kami tidak harus memiliki banyak orang di lapangan untuk menjalankan bisnis. Dan juga melalui teknologi kami, seluruh proses check in dan check out jauh lebih mudah dan transparan juga menghemat banyak biaya. Jadi yang dulunya 123 kamar, rasio petugas kebersihan sekarang menjadi satu banding 12. Selanjutnya, kami memiliki EBITDA yang jauh lebih tinggi untuk hotel kami, kami berada di 35 hingga 40% EBITDA per lokasi, dan bahkan Bobocabin kami memungkinkan kami untuk mencapai 60% EBITDA. Jadi singkatnya, ini adalah bisnis yang memberikan periode payback yang jauh lebih cepat, dibandingkan dengan hotel dan resor konvensional.
ALAN  20:42  
Penjelasan yang sangat jelas sekali terkait benefit-benefit dari Bobobox. Saat ini, kita melihat banyak sekali VC dan PE yang mulai tertarik untuk terjun ke industry hospitality. Bagaimana kamu bersaing dengan semua jenis pemain ini?
INDRA GUNAWAN  21:01  
Itu pertanyaan yang sangat bagus. Jadi dalam menjaga product market fit yang baik, dan dalam memastikan bahwa kita terus memenangkan pasar, dalam bisnis perhotelan tidak hanya tentang unit economics atau affordability, ada faktor lain yang harus kita pertimbangkan untuk memenangkan pasar. Ya, harga yang terjangkau adalah satu hal. Tapi kemudian kepuasan pelanggan juga merupakan faktor penting lainnya bagi kami selain bisa mendapatkan tingkat hunian yang tinggi. Metrik lain yang harus kita lihat adalah tingkat retensi, bagaimana kami memastikan bahwa tamu kami terus datang kembali dan tidak mencoba fasilitas lain. Jadi itu akan menjadi metrik kunci lain yang harus kita lihat. Agar mereka terus kembali ke fasilitas kami, kita harus punya NPS yang sangat tinggi, yang di dapat dari pengalaman yang luar biasa yang dirasakan tamu, sesuatu yang selalu mereka rasakan secara konsisten dicapai setiap kali mereka tinggal di fasilitas kami. Itu sangat penting. Dan melalui teknologi dan prefabrikasi kami, kami memastikan bahwa setiap tamu akan memiliki standar pengalaman kebersihan yang sama, sehingga mereka tidak akan mengalami syok ketika menjajal produk kami. Hal itu biasanya jadi pain point yang sangat besar di sektor perhotelan. Seperti ketika Anda memesan akomodasi melalui aplikasi atau situs web, ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan akomodasi yang baik atau akomodasi yang buruk. Jadi pada dasarnya, kami telah menghilangkan hal itu tempat itu dengan menyediakan sleeping pods dan kabin yang terstandarisasi. Dan juga, di sisi lain, teknologi adalah bagian yang sangat penting karena bagian dari pengalaman menginap adalah personalisasi. Memiliki teknologi terintegrasi untuk setiap sleeping pods dan kabin yang kami buat memungkinkan kami untuk memahami pengguna kami dengan lebih baik dan memungkinkan kami untuk memahami perilaku mereka dengan lebih baik. Jadi kombinasi dari Indeks Kepuasan tinggi ini, membangun merek tepercaya, serta menstandardisasi kebersihan, dan unit economics yang jauh lebih baik melalui efisiensi ruang. Kombinasi ini dapat memungkinkan kita untuk memenangkan pasar. Harga yang terjangkau adalah satu hal tetapi seperti yang saya katakan, saya belajar ada dua hingga tiga faktor lain yang harus kita perhitungkan.
ALAN  23:24  
Sekarang kita beralih ke topik lain. Saya selalu kagum dengan arsitektur Bobobox. Apa sih rahasianya?
INDRA GUNAWAN  23:35  
Ya. Alan, banyak pengalaman yang didapat tamu kami selain lokasi yang strategis, dan kebersihan yang terlihat bagus. estetika sangat penting. Semua milenial ini selalu ingin menemukan pengalaman otentik ini, mereka selalu ingin menegabadikan memori baru. Jadi menjadi fasilitas yang instagramable atau menjadi tempat yang layak untuk foto adalah sesuatu yang akan membantu kami untuk meningkatkan strategi go to market kami. Jadi di Bobobox, sleeping pod atau kabin, hampir setiap tamu yang menginap dengan kami, mereka benar-benar akan mengambil gambar dan membagikannya kepada teman-teman mereka. Jadi ini adalah keuntungan lain yang kami miliki dan kami tahu betapa pentingnya itu. Dan memiliki tampilan paling keren atau memiliki pengaturan arsitektur terbaik adalah salah satu elemen kunci untuk membuat semua pengguna ini terus membuat konten sehingga mereka dapat membagikannya kepada keluarga dan teman-teman mereka.
ALAN  24:34  
Perilaku paling mengesankan apa yang sudah kalian temukan dari para tamu sejak Bobobox didirikan?
INDRA GUNAWAN  24:43  
Apa yang kami lihat adalah perubahan dalam hal durasi menginap, dan juga bagaimana sebuah aplikasi benar-benar dapat memungkinkan mereka untuk terus kembali ke fasilitas kami. Dan awalnya kami berpikir bahwa aplikasi atau teknologi yang akan kami bangun lebih untuk mereka memiliki akses mudah ke kamar mereka. Namun seiring kami mengembangkan teknologi saat kami menambahkan lebih banyak fitur di dalamnya, membuatnya lebih mulus, kami melihat bahwa semakin banyak orang yang memesan kamar kami secara langsung melalui aplikasi kami. Ini menarik karena 80% dari operator hotel di luar sana saat ini bergantung pada banyak agen perjalanan online untuk mendapatkan traffic mereka. Jadi kami sangat senang bahwa tamu tetap kami terutama akan benar-benar kembali ke fasilitas kami dengan memesan langsung melalui aplikasi. Jadi saya akan mengatakan bahwa dalam bisnis apa pun saat ini, jika kami dapat mengintegrasikan sebagian atau seluruh pengalaman produk Anda, menggunakan teknologi yang dapat memberi kami banyak keuntungan. Dan seperti yang saya katakan, personalisasi adalah hal lain. Kami melihat bahwa karena personalisasi, tamu kami merasa jauh lebih nyaman tinggal di pods kami, dan apa yang dulunya adalah satu atau dua malam menginap. Sekarang kita melihat bahwa orang-orang mengatakan itu selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan - bulan.
ALAN  26:04  
Jadi bagaimana pengguna baru ini umumnya menemukan Bobobox, apa channel acquisition yang paling berpengaruh bagi Bobobox?
INDRA GUNAWAN  26:13  
Kami beruntung untuk menjadi viral sejak kami meluncurkan produk pertama kami pada Juni 2018. Dan juga produk baru yang kami luncurkan, Bobocabin, bahkan lebih viral daripada capsule kami. Jadi media sosial telah menjadi bagian yang sangat besar dari strategi pemasaran kami. Kami telah tumbuh secara organik dalam dua tahun terakhir. Dan itu adalah salah satu platform utama tempat pengguna pertama kami mengenal produk kami. Dan selain itu, untuk pengguna pertama kali, banyak dari mereka juga menemukan kami melalui agen perjalanan online. Karena di banyak situs perjalanan online, kami sebenarnya diposisikan di bagian atas halaman, karena keterjangkauan kami, dan menjadi salah satu akomodasi dengan peringkat paling tinggi. Jadi saya akan mengatakan media sosial seperti Instagram, dan Tiktok telah banyak membantu kami dalam memperoleh pengguna baru. Dan banyak mitra agen perjalanan online kami juga telah membantu kami dalam memaparkan ulasan pelanggan serta harga kami yang terjangkau.
ALAN  27:21  
Indra, mari kita bicara tentang visi masa depan di sector ini. Apa sih yang menurut kamu menarik tentang traveler domestic di Indonesia, kebutuhan mereka dll, lima tahun ke depan yang mungkin akan mengejutkan kita?
INDRA GUNAWAN  27:34  
Saya percaya sekarang kita terus melihat banyak perilaku baru saat kita berbicara pandemi, tidak ada yang benar-benar tahu berapa lama itu akan bertahan atau berapa banyak lagi varian pandemi ini bisa berkembang. Jadi kita melihat bahwa pandemi yang panjang ini, sudah lebih dari satu tahun sekarang. Saya pribadi percaya ada beberapa kebiasaan yang sudah terbentuk. Dan ada beberapa gaya hidup yang sudah menjadi kebiasaan juga. Salah satu gaya hidup, seperti bekerja dari jarak jauh akan menjadi bagian yang sangat besar dari gaya hidup siapa pun dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Dan saya yakin bekerja dari jarak jauh akan menjadi salah satu keuntungan atau salah satu pilihan yang banyak dicari oleh karyawan atau pekerja. Bahkan setelah COVID-19 hilang, saya akan mengatakan jam kantor tidak lagi lima hari seminggu, bisa dua hingga tiga hari seminggu. Jadi banyak dari mereka akan ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas sekarang dengan keluarga mereka, banyak dari mereka akan ingin menghabiskan waktu untuk mengalokasikan untuk kesehatan karena banyak orang sekarang lebih sadar kesehatan. Jadi saya akan mengatakan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, pasar domestik akan meningkat secara signifikan, karena orang dapat bekerja dari jarak jauh. Akan ada istilah-istilah baru seperti workcation, atau liburan terisolasi muncul, untuk mereka bekerja tetapi juga memiliki waktu berkualitas bersama dengan keluarga atau orang yang mereka cintai. Jadi saya akan mengatakan pasar domestik akan memberikan kontribusi yang sangat besar ke banyak negara, selain pasar luar negeri, terutama di negara-negara seperti Indonesia, di mana banyak pertumbuhan pariwisata atau pendapatan pariwisata disumbangkan oleh pasar luar negeri. Tapi saya percaya untuk tiga sampai lima tahun ke depan, kita akan melihat bahwa pasar domestik akan tumbuh secara signifikan, akan ada lebih banyak tempat untuk ditemukan. Karena pandemi ini. Semakin banyak destinasi wisata lokal yang ditemukan dan dibagikan oleh banyak orang.
ALAN  29:35  
Betul sekali, dunia hospitality sangat perlu untuk terus berkembang. Indra, mari kita lihat keluar Indonesia. Adakah rencana ekspansi internasional dari Bobobox?
INDRA GUNAWAN  29:48  
Ya, Alan. Pertanyaan yang bagus. Sejak kami meluncurkan produk baru kami, dan banyak orang tahu bahwa kami dapat mempertahankan tingkat utilisasi yang cukup tinggi selama pandemi, kami telah mendapatkan banyak minat yang datang dari negara lain, negara tetangga. Jadi kami percaya apa yang kami miliki di sini bukan hanya solusi untuk pasar Indonesia, tetapi kami percaya kami memiliki produk global. Dan juga sentimen dan perilaku konsumen terhadap aktivitas di luar ruangan dan bekerja dari jarak jauh, juga tumbuh kuat, tidak hanya di Asia, tetapi di banyak bagian dunia. Jadi sekarang kita sudah memulai diskusi kita. Kami memiliki beberapa pihak yang tertarik dan sangat tertarik untuk membawa produk kami ke negara mereka. Jadi kami menargetkan segera setelah COVID-19 berakhir dan perbatasan terbuka. Kami sangat bersemangat untuk menjajaki kemungkinan membawa produk kami ke luar Indonesia.
ALAN  30:49  
Saya berharap untuk melihat kemajuan itu. Sekarang Indra, seperti yang Anda tahu, saya senang mengikuti cerita Bobobox selama hampir tiga tahun. Dan sekali lagi, sangat menginspirasi melihat kalian menavigasi melalui pandemi ini. Saya sepenuhnya berharap untuk melihat perusahaan mempertahankan thought leadershipnya melalui inovasi yang tak henti-hentinya ini, penguasaan desain Bobobox yang unik dan imajinasi Anda yang tidak pernah berakhir tentang masa depan perhotelan indonesia. Terima kasih lagi untuk bergabung dengan kami.
INDRA GUNAWAN  31:19  
Terima kasih Alan. Senang ngobrol dengan Anda, Stay safe.
ALAN  31:24  
Tentu saja, kami harap pendengar kami menikmati episode kali ini. Seperti biasa, jangan sungkan untuk membagikan feedback Anda tentang Indo Tekno podcast. Terima kasih telah mendengarkan, sampai jumpa lagi.