TRANSKRIP
EPISODE 24

Episode Duapuluh Empat

 

Rencana Grab:

Bu Neneng Goenadi
 

22 Jun 2021

ALAN 0:11
Selamat datang di episode 24 podcast Indo Tekno Season Dua. Selamat datang semuanya! Saya Alan Hellawell, Pendiri konsultan teknologi Gizmo Advisors, dan Mitra Usaha Alpha JWC Ventures. Kami telah berusaha untuk secara relatif menyeluruh dalam meliput lanskap teknologi selama lebi dari setahun terakhir podcast Indo Tekno telah mengudara. Namun, sepertinya tetap ada satu hal yang mengganjal di benak pendengar setia podcast kami karena kami belum pernah membahas tentang industri ride hailing, pengantaran makanan dan teknologi finansial. Waktu yang Anda nantikan telah tiba, karena kita akan membahas mengenai industri ini dengan tamu spesial kita hari ini. Kami sangat senang dengan podcast hari ini, Bu Neneng Goenadi, Country Managing Director di Grab Indonesia. Terima kasih banyak telah bergabung dengan kami hari ini, Bu Neneng.

NENENG GOENADI 1:03
Terima kasih, Alan. Senang bisa berbagi dengan Indo Tekno hari ini.

ALAN 1:08
Baik. Sekarang, Bu Neneng, Anda menghabiskan sebagian besar karir Anda, hampir 16 tahun dari perjalanan panjang karir Anda selama 25 tahun dengan konsultan terkemuka, Accenture. Keterampilan dan pengalaman apa yang Anda bawa dari pengalaman Anda selama di Accenture dan sukses diterapkan pada Hari Pertama di Grab?

NENENG GOENADI 1:25
Saya telah mengamati Grab selama beberapa tahin dan selalu dibuat kamum dengan komitmennya dalam membangun "tech for good". Ketika kesempatan itu datang kepada saya pada tahun 2019, saya tidak berpikir dua kali. Saya senang menjadi bagian dari Grab, membantu membentuk ekonomi digital Indonesia. Grab mencari seseorang dengan pengalaman tidak hanya dalam memimpin dan mengelola perusahaan multinasional yang cukup besar, tetapi juga membantu banyak perusahaan dengan strategi teknologi, dan perspektif Mengenli proses. Dan thought-ledership yang saya bawa dari Accenture terkait berbagai bidang industri telah membantu kepemimpinan saya di Grab.

ALAN 2:11
Fantastis. Sekarang Bu Neneng di sisi lain, apa saja area yang baru bagi Anda ketika Anda bergabung dengan Grab?

NENENG GOENADI 2:19
Setelah 25 tahun di MNC, atau di perusahaan konsultan, lingkungan startup cukup mengejutkan saya. Mengapa? Karena laju kerjanya sangat, sangat, sangat, sangat cepat. Saya pikir industri konsultasi adalah industri dengan laju tercepat. Tapi ternyata saya salah. Para "Grabber" - sebutan untuk karyawan Grab - dapat melakukan keajaiban dalam semalam. Dan hal lain yang berbeda adalah budaya pengambilan keputusan berbasis data. Setiap hari kita disajikan dengan begitu banyak wawasan. Dan kami menggunakannya sebagai panduan untuk mengambil keputusan bisnis strategis yang selaras dengan misi kami. Selain itu, seperti yang Anda ketahui dalam dunia konsultasi, kita cukup jauh dari pelanggan akhir. Umumnya, kita sangat dekat dengan klien, tetapi tidak dengan pelanggan dari klien kita. Namun di Grab, kami sangat, sangat dekat dengan mitra kami; yang merupakan mitra pengemudi, agen, pedagang; dan juga konsumen akhir kami. Dan kami percaya bahwa solusi terbaik datang dari pemahaman mendalam tentang para pemangku kepentingan dan masalah yang ingin dipecahkan. Untuk mencapai hal ini, kami percaya ecara pribadi turun ke lapangan merupakan hal yang penting dilakukan, lalu menerapkan panca indera, memahami dan bakhan mengalami sendiri masalah yang tengah dihadapi dan berbicara dengan para pemangku kepentingan. Hal ini benar-benar baru bagi saya. Namun tidakmembutuhkan waku lama bagi saya untuk menjadikkan sesuatu yang sangat saya nikmati sebagai bagian dari pekerjaan saya.

ALAN 3:59
Fantastis. Jadi Grab memang seperti yang Anda katakan "sangat, sangat, sangat, sangat" cepat (saya pikir ia terbiasa dengan kata "sangat") dan juga sangat fokus pada mitra dan konsumen. Inilah yang sudah saya duga dalam melihat perusahaan Anda dari luar dan sebagai pelanggan dari sejumlah layanan Grab. Lalu Bu Neneng, bisakah Anda memberi kami gambaran tentang keseharian Anda di Grab? Misalnya, apakah fokus Anda pada minggu ini? Apakah itu melakukan peluncuran layanan baru? Apakah itu merekrut tim, merumuskan strategi perusahaan, atau sesuatu yang lain?

NENENG GOENADI 4:29
Ini pertanyaan yang bagus. Salah satu hal terbaik tentang Grab adalah tidak ada dua hari yang sama. Bekerja di Grab tidak pernah membosankan. Saya mencoba membagi waktu saya secara merata dengan empat pemangku kepentingan utama saya. Nomor satu: Grabbers; dengan pengaturan kerja dari rumah, kita perlu melakukan lebih banyak upaya untuk tetap terhubung satu sama lain. Dengan mitra kami, yang meliputi mitra merchant dan agen, kami perlu memahami kendala apa yang mereka alami dan juga apa saja kebutuhan mereka. Dan pemangku kepentingan ketiga adalah pemerintah. Mereka melihat kami sebagai mitra yang dapat membantu mereka untuk berbagai agenda utama mereka. Jadi kami mengadakan pertemuan rutin untuk membahas bagaimana kami dapat mendukung mereka, apakah upaya yang kami lakukan dapat membantu lebih banyak bisnis kecil untuk menjadi bisnis online, atau meluncurkan program vaksinasi. Kemudian pemangku kepentingan keempat adalah mitra bisnis. Kami percaya pada ekosistem terbuka. Jadi kami selalu percaya bahwa kami dapat membuat dampak yang lebih besar jika kami bekerja sama dengan orang lain. Oleh karena itu, kemitraan menjadi sangat penting. Sebagai contoh, kami baru saja meluncurkan Grab Ventures Velocity Batch Four dan Sembrani Wira bekerja sama dengan BRI Ventures yang juga merupakan investor Grab. Ini adalah program akselerasi yang kami tujukan untuk start up lokal guna membantu mereka meningkatkan dan memberdayakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Jadi, satu hari dalam hidup saya di Grab sebagian besar bisa dihabiskan diskusi tentang berbagai hal dengan tim saya, baik bertatap muka dengan "minus one" saya, atau menghadiri rapat operasional untuk menyusun strategi program dan inisiatif kami. Saya juga perlu menjaga hubungan dengan para rekan bisnis. Jadi terkadang saya harus pergi ke pertemuan dengan rekan bisnis untuk jamuan makan malam setelah sesi wawancara dengan media, atau setelah menyampaikan pidato di sebuah konferensi. Jadi itulah contoh kehidupan saya sehari-hari. Sangat sibuk, tapi itu menyenangkan.

AL 6:43
Luar biasa. Sangat jelas "tidak pernah ada momen yang membosankan", seperti istilah yang sering diungkapkan. Selanjutnya Bu Neneng, bisakah Anda berbagi dengan kami secara singkat, apa dua atau tiga inisiatif terpenting dengan Grab Indonesia tahun ini dan tahun depan?

NENENG GOENADI 6:58
Nah, fokus kami secara garis besar adalah membantu memacu pemulihan ekonomi dari pandemi. Jadi ini adalah upaya yang diwujudkan melalui berbagai macam program dan kami bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini. Kami melihat vaksinasi sebagai langkah utama. Saat ini kami menjalankan tujuh pusat vaksin Grab di seluruh tanah air. Dan selanjutnya digitalisasi UMKM juga menjadi fokus utama kami. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, tetapi begitu banyak yang masih offline. Seperti yang Anda ketahui, saat ini hanya 18% UMKM yang online. Tahun lalu, sekitar 600.000 usaha kecil bergabung dengan Grab. Tahun ini, fokus kami adalah menjadikan digitalisasi UMKM lebih inklusif.  Hal ini sangat penting. Kami tidak hanya fokus pada mereka yang sudah memiliki akses ke platform digital, tetapi juga pada orang-orang yang memiliki akses terbatas, seperti penyandang disabilitas,  orang lanjut usia, serta mantan narapidana. Kami juga akan fokus untuk terus meningkatkan mobilitas dan pengalaman pengiriman kami di Indonesia. Meskipun Grab mulai bisnis kami belakangan di Indonesia, sekarang menjadi nomor satu dalam layanan transportasi dan pengiriman makanan di Indonesia.  Hal ini jelas bukan sesuatu yang kita anggap kecie. Tim kami memahami bahwa kami perlu terus berinovasi dan berfokus pada kebutuhan dan tren konsumen, sehingga kami dapat mencapai posisi saat ini. Terakhir, kami ingin membantu membawa transformasi digital ke lebih banyak pedesaan. Manfaat ekonomi digital seharusnya tidak hanya dapat diakses oleh mereka yang tinggal di kota tingkat satu dan tingkat dua. Tujuan yang ingin kami capai dengan berekspansi ke lebih banyak daerah pedesaan adalah untuk menghadirkan inklusi keuangan dan digital yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui GrabKios (aplikasi kios untuk menjual barang digital dan fisik). Kami adalah aplikasi serba bisa pertama yang membawa layanan kami ke kota-kota seperti Kupang dan Jayapura di Papua; dan kami telah melihat secara langsung bagaimana teknologi dapat meningkatkan kehidupan sehari-hari dan menciptakan penghidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang tinggal di wilaya tersebut dengan memanfaatkan layanan GrabKios kami.

ALAN 9:35
Kini kami memahami beberapa prioritas yang dinyatakan dengan sangat jelas. Terima kasih atas penjelasannya. Sekarang, beberapa pemain di pasar menggambarkan "inti", atau bagian terpenting dari bisnis mereka, membantu mitra pengemudi, versus memfokuskan bisnis mereka pada pelanggan. Di mana fokus Grab Indonesia? Apakah pada mitra pengemudi, atau pelanggan atau merchant? Di mana fokus utama Grab?

NENENG GOENADI 10:00
Pada Kenyataannya, kami mengoperasikan pasar dengan berbagai sisi, di mana kami terus-menerus harus menyeimbangkan kebutuhan semua sisi pasar untuk mempertahankan keseimbangan bisnis dalam jangka panjang. Kami akan selalu berusaha untuk mencapai hasil terbaik bagi semua pemangku kepentingan kami. Fokus kami teletak pada kedua belah pihak, baik mitra maupun konsumen. Karena kami percaya ketika mitra pengemudi dan mitra merchant senang, mereka akan memberikan layanan yang berkualitas. Dan pada gilirannya, konsumen juga merasa senang dengan layanan kami, dan hal ini akan mendorong terciptanya keterikatan pada platform kami. Kami tidak bisa hanya fokus pada satu sisi pengguna platform kami untuk dapat mencapai kesuksesan. Hal ini didasarkan pada keyakinan kami bahwa kecintaan dan kepercayaan konsumen pada akhirnya akan menentukan kesuksesan dan keberlangsungan pasar mana pun. Dan semakin banyak konsumen menyukai dan memilih Grab, semakin banyak peluang yang data kami ciptakan untuk mitra merchant, dan mitra pengemudi di platform kami.

ALAN 11:11
Setuju sekali. Selanjutnya Bu Neneng, kami sering berbicara tentang evolusi Grab menjadi "aplikasi serba bisa". Bisakah Anda memberi kami contoh bagaimana mitra pengemudi benar-benar memanfaatkan pengalaman aplikasi serba bisa di Grab?

NENENG GOENADI 11:26
Wow, ini adalah pertanyaan lain yang sangat bagus. Kami mengoperasikan apa yang kami sebut "armada bersama" di seluruh layanan kami. Sehingga mitra pengemudi kami dapat mengantarkan orang untuk pergi bekerja, mengirimkan makanan, mengantarkan parsel, bahkan berperan sebagai agen untuk menawarkan layanan digital seperti isi ulang pulsa kepada konsumen. Sehingga mereka lebih sibuk sepanjang hari berkat berbagai pekerjaan yang dilakukan. Mereka lebih produktif. Penghasilan mereka lebih baik. Ini sangat penting terutama ketika COVID-19 melanda dan jarak sosial diberlakukan. Dapatkah Anda membayangkan betapa turunnya tingkat mobilitas masyarakat? Tetapi kami dapat mengalihkan banyak mitra pengemudi kami ke layanan pengiriman yang mengalami lonjakan permintaan selama COVID-19. Saat ini, kami memiliki jaringan pengiriman on-demand terluas di tanah air. Dan bernât investasi kami pada AI dan teknologi batching, layanan ini menjadi sangat efisien. Dan saat e-commerce di tanah air mulai menyediakan layanan pengiriman instan, sería pada hari yang sama atau same-day, kami berada di posisi yang sangat baik untuk memanfaatkan tren tersebut.

ALAN 12:46
Sekarang Bu Neneng, bagaimana pendapat Grab tentang pasar Tier Two dan Three, di mana kepadatan permintaan untuk layanan Grab mungkin tidak sebesar di Jakarta? Bagaimana kita membuat pasar seperti itu menjadi lebih efektif untuk kita?

NENENG GOENADI 13:00
Sebagai informasi, kami adalah super app pertama yang membawa layanan kami ke kota-kota seperti Kupang di Nusa Tenggara Timur, dan Jayapura di Papua, Indonesia Timur. Kami memiliki agen dan warung GrabKios di lebih dari 500 kota, menghadirkan layanan digital dan keuangan kepada masyarakat di wilayah-wilayah tersebut. Jadi kita telah melihat dan mendengar secara langsung bagaimana teknologi dapat membawa kemajuan besar dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat yang tinggal di kota. Dalam pandangan saya, ada peluang pasar yang terbuka lebar untuk layanan digital di kota-kota yang ingin kami layani. Bahkan, saya sangat senang bahwa semakin banyak perusahaan teknologi yang berfokus pada kota-kota di Tingkat Dua dan Tingkat Tiga di Indonesia. Keuntungan bisnis super app adalah bisnis ini merupakan bisnis "asset-light" yang memberi kami fleksibilitas dan kelincahan untuk meningkatkan jangkauan layanan kami dengan cepat. Misalnya, hari ini, mitra merchant dapat melakukan proses onboarding secara mandiri ke platform Grab dalam 24 jam. Tidak diperlukan campur tangan manusia. Dan ke depannya, kami berencana untuk terus memperluas layanan kami ke lebih banyak kota. Pada kuartal 1 tahun 2021, kami telah berekspansi ke 24 kota baru, dan sebagian besar dari kota-kota baru ini adalah kota yang lebih kecil, yaitu kota Tingkat Dua dan Tiga seperti Baubau dan Kolaka di Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Polewali Mandar di Sulawesi Selatan. Saya yakin Anda belum pernah mendengar tentang kota-kota itu. Kami memandang GrabKios sebagai faktor pembeda utama bagi kami. Dengan memanfaatkan warung, yang dapat Anda temukan di setiap lingkungan di negara ini, kami dapat mendorong layanan digital dan keuangan lebih mudah diakses oleh setiap komunitas di Indonesia. Dan karena adanya persebaran geografis Indonesia, serta perbedaan budaya dan demografi antar kota, agen GrabKios kami memiliki peran penting dalam mendorong adopsi layanan digital dan keuangan, karena mereka dapat menjadi titik akses utama yang memberikan layanan dengan nyaman kepada pengguna ketika mereka membutuhkannya.

ALAN 15:38
Fantastis. Sekarang, melanjutkan topik merintis ke pasar baru ini. Saya pernah mendengar cerita bahwa pendiri perusahaan Anthony Tan menggunakan Winnebago sebagai kantor kelilingnya. Omong-omong, bagi Anda para pedengar yang tidak akrab dengan kendaraan mitos seperti itu, winnebago adalah motorhome atau RV. Winnebago pada dasarnya memungkinkannya untuk menjadi lebih dekat dengan mitra pengemudi. Nah, apakah ini benar, ataukah hanya mitos urban, Bu Neneng?

NENENG GOENADI 16:06
Ini adalah pertama kalinya saya mendengar tentang hal satu ini. Tapi sejujurnya saya tidak akan terkejut jika itu memang benar. Anthony bekerja lebih keras daripada siapa pun yang saya kenal. Filosofinya adalah jika pesaing kami menghabiskan 12 jam, kami menghabiskan 18 jam. Dan dia sangat senang ketika dia berbicara dengan mitra kami. Dulu Anthony menghabiskan sebagian besar waktunya di Indonesia sebelum pandemi. Dan dia selalu, selalu memastikan untuk meluangkan waktu dan berada di lapangan bersama mitra kami.

ALAN 16:43
Fantastis. Ya, saya sendiri pernah melihat Anthony Tan. Saya sedang berjalan-jalan di Orchard Boulevard beberapa hari yang lalu. Dan ada dua orang dengan merk dagang hijau di sepeda mereka. Dan salah satunya adalah pendiri Grab, Anthony. Jadi, dia pasti orang yang konsisten antara apa yang diucapkan dengan yang dijalankan, walks the talk. Atau dia, saya kira dalam konteks ini, "rides the talk". A man of the people. Sekarang Bu Neneng, saya perhatikan bahwa CFO perusahaan Peter Oey menyatakan bahwa mengelola biaya akan menjadi fokus strategis yang penting pada jalur perusahaan menuju profitabilitas. Apa arti pernyataan itu dalam konteks Indonesia?

NENENG GOENADI 17:18
Di Grab, kami fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Dan kami memiliki rekam jejak yang kuat dimana kami secara konsisten mencapai pertumbuhan dan peningkatan kinerja keuangan kami. Jadi bukan rahasia lagi bahwa Indonesia adalah pasar yang paling kompetitif. Tapi terus terang, ini bukanlah pertempuran yang ingin kami menangkan dengan memberikan promo. Sebaliknya, kami berfokus untuk membangun basis pelanggan yang berkualitas: konsumen yang menguntungkan dan transaksi yang mengarah pada bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi ke margin. Jadi kami juga fokus pada peningkatan efisiensi jaringan kami, yang akan membantu mitra pengemudi kami menjadi lebih produktif, dan memperoleh lebih banyak peluang pendapatan. Dan kami telah sangat sukses dalam hal ini. Kami nomor satu dalam layanan transportasi di Indonesia, dan kami sudah mencapai EBITDA positif di segmen ini.

ALAN 18:20
Sungguh sangat memotivasi. Nah, Bu Neneng, bagaimana pendapat Anda tentang kompetisi khususnya di Indonesia? Masyarakat umumnya sudah terbiasa dengan ide akan adanya dua pesaing. Namun sepertinya, ada sejumlah pesaing baru yang hair di bidang-bidang seperti pengiriman makanan dan pembayaran. Bagaimana kita dapat mempertahankan dominasi kompetitif yang Anda sebutkan sebelumnya di podcast?

NENENG GOENADI 18:40
Ya, kita tidak asing dengan persaingan. Sebenarnya, Grab masuk ke Indonesia lebih lambat dari kompetitor. Namun, saat ini, kami merupakan pemain nomor satu dalam layanan transportasi dan pengiriman makanan di Indonesia. Dan OVO, mitra kami, juga nomor satu dalam pembayaran digital. Kami berhasi mencapai posisi ini dengan berfokus pada membangun basis pelanggan berkualitas yang mengarah pada bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap margin dibandingkan dengan menyasar pada pemburu promo yang tidak setia pada layanan kami dalam jangka panjang. Kami juga berfokus pada pengembangan kapabilitas teknologi strategis internal, seperti misalnya, solusi dan pemetaan anti-kecurangan kami. Dan itu menciptakan keunggulan kompetitif yang nyata bagi kami. Misalnya, tindak kecurangan cukup umum di industri ini. Tapi kami telah berinvestasi dalam teknologi untuk mengatasi tantangan ini. Dan kini, kami sangat senang bahwa tingkat kecurangan kami kurang dari 0,2%. Dan dalam hal pemetaan, penyedia pemetaan tradisional tidak memetakan gang-gang kecil yang akan Anda temukan di Jakarta. Tapi kami melakukannya karena beragam layanan roda dua kami bepergian melalui gang-gang sempit ini setiap hari. Dan kami menggunakannya untuk meningkatkan pengalaman pengguna kami melalui hal-hal seperti ETA yang lebih baik (perkiraan waktu kedatangan). Dan tidak ada perusahaan di Asia Tenggara yang melakukan ini. Selain itu, hal yang juga penting bagi kami adalah superapp di kawasan Asia Tenggara dengan layanan yang tersedia di lebih dari 400 kota di delapan negara. Dan ini memungkinkan kami untuk melakukan pembelajaran dari rekan-rekan kami di Asia Tenggara dan memanfaatkan keahlian dan pengetahuan hyperlocal mereka, serta menggunakannya untuk meningkatkan cara kami beroperasi di Indonesia. Kami menyambut baik persaingan. Itu membuat kita tetap waspada. Namun kami yakin bahwa jika kami tetap fokus untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen, dengan memanfaatkan platform, skala, dan kemampuan teknologi yang kami miliki, kami akan dapat terus memimpin.

ALAN 21:06
Sangat jelas. Jadi, membangun kesetiaan pelanggan dan mitra, mengembangkan teknologi yang kuat, dan memanfaatkan best practice dari seluruh kawasan menjadi bagian penting untuk masa depan kita. Sekarang tentang topik yang sama sekali berbeda Bu Neneng, menurut Anda di mana posisi perempuan menuju kepemimpinan dalam teknologi saat ini di Indonesia? Apakah Anda merasa perjalanannya masih panjang? Dan di mana kita akan melihat kemajuan terbesar?

NENENG GOENADI 21:30
Saya percaya bahwa merangkul keragaman dan inklusi akan berkontribusi pada keberhasilan tim  serta mendorong perusahaan untuk berkinerja tinggi. Grab selalu memiliki budaya yang mendorong agar kami menjadi tempat kerja yang beragam dan inklusif, dan melampaui batasan gender. Kami fokus untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan saling menghormati, memungkinkan setiap orang untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Dan saya sangat percaya bahwa kita membutuhkan lebih banyak perempuan di STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika), terutama di Indonesia. Munculnya perusahaan teknologi membutuhkan lebih banyak suara perempuan untuk membantu mereka mengembangkan solusi yang lebih holistik. Dan sebagai pemimpin wanita, saya sangat, sangat senang melihat lebih banyak wanita menduduki posisi senior, yang menurut saya merupakan hal yang bagus untuk organisasi dalam menciptakan tempat kerja yang lebih beragam, karena banyak dari mereka akan memberikan sudut pandang yang seimbang. Pertama-tama, menurut saya kenyataan bahwa salah satu pendiri kami adalah seorang wanita dan kenyataan bahwa kami memiliki perwakilan wanita yang kuat di seluruh jajaran pemimpim tentu menciptakan perbedaan. Banyak peran negara kita saat ini dipegang oleh pemimpin perempuan. Dan dua dari lima anggota Exco (komite eksekutif) kami adalah perempuan. Dan sebagai informasi, di Indonesia, pemimpin yang melapor langsung kepada saya terdiri dari 40% perempuan. Jadi memiliki perempuan dalam jajaran kepemimpinan dan menginformasikan keputusan pengembangan produk telah membawa perspektif yang mungkin tidak dipertimbangkan sebelumnya. Khusus di Indonesia, kami telah melakukan berbagai hal berikut sepanjang tahun 2020: kami tidak hanya berfokus pada inisiatif yang bermanfaat untuk Grabbers, tetapi juga mitra kami. Jadi kami menandatangani  UN Women Empowerment Principles. Kami juga menjadi anggota Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan. Kami bermitra dengan Komnas Perempuan. Dan untuk mempromosikan keseimbangan kehidupan kerja, kami juga memberikan cuti melahirkan tambahan untuk ibu dan ayah yang bekerja. Ibu akan menerima cuti hamil 120 hari, dan karyawan yang baru menjadi ayah juga akan menerima cuti 15 hari.

ALAN 24:15
Fantastis. Itu adalah beberapa langkah yang sangat mengagumkan. Oke, tapi apakah Anda punya saran yang sangat ingin Anda sampaikan kepada calon lulusan perempuan dari ITB, atau Institut Teknologi Bandung, atau universitas lain di Indonesia?

NENENG GOENADI 24:33
Saya ingin melihat lebih banyak pemimpin perempuan menempatkan diri mereka di posisi strategis dan membuat suara mereka lebih sering didengar di ruang publik. Di Grab, kami memiliki begitu banyak pemimpin wanita yang sangat cerdas dan berbakat. Dan sudah menjadi misi pribadi saya untuk mendorong mereka mengambil lebih banyak kesempatan berbicara dan berpartisipasi dalam lebih banyak acara-acara publik. Hal ini tidak hanya baik untuk pengembangan pribadi mereka. Tapi saya juga berpandangan, publik melihat dan mendengar lebih banyak panutan seperti mereka juga menjadi hal yang penting. Saran saya kepada rekan-rekan pemimpin perempuan, jangan dengarkan keraguan diri, ketakutan dan keterbatasan yang dapat mengalihkan Anda dari tujuan dan cita-cita utama Anda. Ketahuilah bahwa suara Anda perlu didengar. Saya sangat, sangat bangga bahwa saat ini, lebih banyak wanita  mengambil peran strategis di perusahaan kami. Dan ini tentunya menjadi sebuah prestasi dan apresiasi bagi perempuan Indonesia untuk bisa menunjukkan apresiasi. Saya sangat berharap lebih banyak potensi akan ditemukan dengan terbukanya berbagai peluang, dan Indonesia dapat menjadi negara maju yang inklusif, dan menghargai segala bentuk keragaman.

ALAN 26:03
Pesan yang sangat kuat. Sekarang, sepertinya sebagian besar perusahaan teknologi terbesar di Indonesia memang memiliki proyek atau misi yang memiliki passion tertentu. Misalnya seperti memajukan pendidikan sekolah dasar. Hal ini juga bisa berupa peningkatan keterampilan pekerja mengenai pengetahuan ekonomi, upaya pengentasan kemiskinan pedesaan atau inisiatif lainnya. Apa inisiatif terpenting yang telah diluncurkan Grab di Indonesia dimana Anda telah menginvestasikan banyak waktu pribadi Anda dalam inisiatif tersebut, Bu Neneng?

NENENG GOENADI 26:32
Kami memperkenalkan Grab Accelerator UMKM (UMKM), pelatihan mendalam yang dilakukan selama dua bulan untuk ratusan UMKM yang berfokus pada literasi keuangan, proses bisnis, dan pemasaran. Dan kami juga memiliki Kelas #TerusUsaha, kursus dan modul webinar gratis yang tersedia di saluran YouTube dan Instagram Grab Indonesia, serta pelatihan dan webinar reguler di lebih dari 30 kota untuk UMKM dan bisnis tradisional. Dan juga beberapa inisiatif baru yang kami sebut dengan tech leadership dan Kampus Merdeka ("Campus Apprenticeship"). Hal ini untuk membantu membentuk talenta teknologi muda Indonesia menjadi pemimpin kelas dunia. Yang paling membuat saya bangga menjadi Grabber adalah kenyataan bahwa berbuat baik bukanlah CSR. Ini bukan proyek yang didasarkan passion. Namun karena hal ini sudah mendarah daging dalam bisnis kami. Kami telah menjalankan bisnis dengan asas "double bottom line" sejak hari pertama kami beroperasi. Dan kami percaya bahwa keuntungan dan dampak sosial berjalan beriringan. Di Indonesia, tahun lalu kami memusatkan fokus kami pada upaya untuk membantu digitalisasi usaha kecil dan tradisional. Hal ini sangat mendesak dan penting dilakukan, terutama mengingat saat pandemi melanda, seperti yang Anda ketahui, faktanya bahwa sebagian besar bisnis di Indonesia masih offline. Tahun ini, kami meningkatkan dukungan kami terhadap UMKM dari kelompok yang cenderung terpinggirkan.

ALAN 28:18
Back

NENENG GOENADI 28:18
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kita akan fokus pada lansia, penyandang disabilitas dan juga pedagang tradisional di pedesaan. Entah karena stigma atau kurangnya sumber daya, digitalisasi dapat menjadi lebih sulit dilakukan bagi kelompok-kelompok ini. Jadi kami menjalankan pelatihan dan lokakarya khusus untuk membantu mereka. Jadi secara keseluruhan, saya memfokuskan waktu pribadi saya pada pelatihan ini untuk membantu UMKM , serta mitra pengemudi dan agen kami di tanah air.

ALAN 29:02
Bu Neneng, saya sangat menghargai percakapan yang mencakup topik yang begitu luas pada hari ini. Tidak banyak platform di  Indonesia yang menyentuh begitu banyak sudut kehidupan masyarakat Indonesia. Dan sungguh menyenangkan untuk memahami bagaimana pandangan Grab tentang menghadirkan inovasi kepada mitra pengemudi, pengendara, konsumen, dan banyak konstituen Indonesia lainnya. Terima kasih lagi untuk bergabung pada kesempatan kali ini.

NENENG GOENADI 29:25
Terima kasih, Alan.

ALAN 29:27
Kami berharap pendengar kami menikmati episode hari ini. Seperti biasa, harap membagikan umpan balik apa pun yang Anda miliki tentang podcast Indo Tekno dengan kami. Terima kasih telah mendengarkan. Sampai jumpa lagi!