TRANSKRIP

EPISODE 1

Episode Satu

Kost dan Co-living

Sabrina dan Sarah Soewatdy dari Rukita

12 Januari 2021

 

ALAN 0:12
Selamat datang kembali di episode pertama dari Indo Tekno Musim Kedua. Selamat datang kembali dan Selamat Tahun Baru semuanya! Saya sangat senang dapat kembali mengudara setelah libur akhir tahun. Kami memiliki logo, lagu, dan situs baru di musim ini. Saya juga sangat senang dengan kedatangan tamu pertama kami di 2021 yakni Sabrina dan Sarah Soewatdy bersaudara, salah satu pendiri platform co-living asal Indonesia, Rukita. Perusahaan ini telah melesat sebagai pemimpin di sektor co-living dan saya yakin Sabrina dan Sarah memiliki banyak pembelajaran menarik untuk dibagikan kepada kita hari ini. Terima kasih telah bergabung bersama kami, Sabrina dan Sarah.

SABRINA SOEWATDY 0:54
Terima kasih banyak, Alan, Bahasa Indonesia Anda sangat bagus!

SARAH SOEWATDY 0:58
Selamat Tahun Baru, Alan, senang dapat bergabung di podcast ini.

ALAN 1:02
Mari kita awali dengan pertanyaan sederhana. Sabrina, apa itu Rukita?

SABRINA SOEWATDY 01:08
Rukita adalah perusahaan teknologi properti (proptech) yang menyediakan hunian bagi kaum urban Indonesia dengan biaya terjangkau dan kualitas yang terstandarisasi secara massal. Saat ini, kami berada di lebih dari 100 lokasi di wilayah Jadetabek. Kami menjalankan bisnis yang bersifat hyperlocal, di mana saat ini kami mengelola hunian indekos, yaitu sebuah bangunan yang terdiri dari 10 hingga lebih dari 100 kamar dengan sistem penyewaan jangka panjang. Jadi, Rukita menjembatani dua pelanggan, yakni pemilik properti dan penghuni. Bagi pemilik properti, kami membantu mengelola pendapatan dan propertinya, di mana kami memastikan propertinya terawat dengan baik. Sementara itu, kami bertindak sebagai penyedia layanan bagi penghuni. Kami percaya bahwa indekos merupakan pintu masuk kami untuk mendisrupsi pasar perumahan yang terjangkau di Indonesia. Nilai pasarnya mencapai $14 miliar untuk sewa tahunan bagi kaum milenial di Indonesia. Harga hunian di Jakarta sangat mahal dan terus meningkat, di mana jika Anda membandingkan rasio harga hunian dengan pendapatan, Anda akan melihat bahwa sektor ini membutuhkan disrupsi. Kami melihat adanya kebutuhan akan alternatif hunian dengan biaya terjangkau yang dapat mendukung gaya hidup kaum milenial saat ini.

ALAN 2:20
Sangat berguna. Menurut saya, pendengar non-Indonesia kita harus lebih memahami apa itu indekos. Sarah, apakah Anda dapat menjelaskannya dalam istilah yang mudah mereka pahami?

SARAH SOEWATDY 2:31
Indekos pada dasarnya adalah konsep hidup komunal atau co-living. Co-living mungkin merupakan tren baru di negara-negara Barat namun hal itu sudah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Biasanya seseorang akan mencari indekos ketika mereka membutuhkan tempat tinggal dengan biaya yang terjangkau, mengingat biaya sewa apartemen umumnya lebih mahal dan membutuhkan pembayaran di muka di Indonesia. Di indekos, penghuni akan berbagi area komunal, seperti ruang tamu, area rooftop, ruang makan, dapur, dan terkadang gym serta kolam renang. Namun, mereka memiliki kamar tidur masing-masing, di mana sebagian besar dari mereka juga memiliki kamar mandi pribadi sehingga mereka tetap memiliki privasi dan dapat menikmati fasilitas dan kebersamaan dengan teman-teman mereka. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk bertemu teman baru, di mana masyarakat digital native mengalami kesulitan untuk bertemu dengan orang baru. Menurut Badan Pusat Statistik, setidaknya ada 4,7 juta orang yang tinggal di indekos di DKI Jakarta. Angka ini belum termasuk mereka yang tinggal di daerah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

ALAN 3:51
Menarik, dan menurut saya sebagai orang yang tinggal di negara Barat, ini adalah konsep yang cukup baru. Indonesia akan menciptakan banyak model unik seiring dengan perkembangan penetrasi internetnya. Ini jelas merupakan model yang akan dianut oleh banyak pasar lain. Sarah, apa sebenarnya "Rukitafikasi" yang cenderung dialami pemilik properti saat Rukita memasarkan propertinya? Apakah ada renovasi bangunan secara ekstensif atau lebih mengarah pada transformasi dari sisi teknologi?

SARAH SOEWATDY 4:23
Hal ini tergantung dari kondisi bangunannya dan bervariasi dari perbaikan minor hingga renovasi besar. Kami bertujuan untuk menyediakan hunian yang bersih dan nyaman bagi para penghuni sehingga sebuah properti harus memenuhi standar kami. Kami biasanya juga memperbaiki area komunal dan memastikan peningkatan nilai properti melalui peningkatan okupansi dan standarisasi bangunan secara fisik ketika pemilik properti bergabung dengan Rukita.

SABRINA SOEWATDY 4:55
Berbicara tentang teknologi, kami juga menciptakan bangunan yang dilengkapi dengan WiFi sebagaimana koneksi internet telah menjadi kebutuhan saat ini. Jadi terkadang, transformasi teknologi harus dilakukan di setiap unit Rukita untuk memastikan bahwa koneksi internet yang stabil dan memudahkan penghuni kami untuk menambah kecepatan internet melalui aplikasi khusus penghuni kami.

ALAN 5:21
Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan dengan digital natives, tetapi semuanya membutuhkan WiFi, bukan?

SABRINA SOEWATDY 5:26
Ya, itu telah menjadi kebutuhan dasar.

ALAN 5:28
Terus terang, saya tidak berharap banyak perusahaan proptech atau model bisnis real estate offline-to-online (O2O) yang berkembang selama pandemi COVID-19. Bagaimana pengalaman Rukita di 2020, Sabrina?

SABRINA SOEWATDY 5:41
2020 adalah tahun yang sangat luar biasa bagi Rukita, di mana kami mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Selama pandemi ini, kami melakukan dua hal yang sangat penting. Pertama, kami memperluas pasar kami dengan menjangkau kaum profesional sebagaimana universitas menerapkan pembelajaran daring karena COVID-19. Kedua, kami memastikan optimasi ekonomi di semua unit ke arah margin yang sehat. Kami juga mendorong tingkat okupansi lebih cepat dan meningkatkan standar unit dengan keamanan dan perhatian yang lebih besar terhadap aspek kebersihan, sehingga dapat menjadi tempat yang aman bagi para penghuni kami. Hal ini menjadi bagian penting dari akomodasi dengan sistem penyewaan jangka panjang.

SARAH SOEWATDY 6:21
Sebagai tambahan, kami merasa dapat lebih berkembang lagi selama pandemi ini karena masyarakat semakin membutuhkan tempat tinggal yang aman. Selain itu, kami melakukan tindakan pencegahan dengan serius di seluruh unit kami, di mana protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Sebagaimana pelanggan merupakan prioritas utama, kami berupaya menjamin kenyamanannya, sehingga mereka merasa seperti berada di rumah sendiri. Oleh karena itu, orang-orang tetap memilih Rukita sebagai preferensi untuk akomodasi mereka. Terkait poin pertama Sabrina, ketika universitas ditutup dan beralih ke pembelajaran daring, profil pelanggan kami berubah cukup cepat. Awalnya, 80% penghuni kami merupakan mahasiswa dan 20% kaum profesional, saat ini penghuni kami didominasi oleh 80% kaum profesional dan 20% mahasiswa. Meskipun universitas masih ditutup, kami masih memiliki cukup banyak mahasiswa yang tetap mempertahankan kamarnya dan terus membayar biaya sewa walaupun mereka tidak tinggal di sana.

ALAN 7:26
Jadi, Rukita mencoba untuk menciptakan hunian yang aman di tengah pandemi COVID-19 dan sangat menekankan pada aspek kebersihan dan keselamatan. Apakah itu benar?

SABRINA SOEWATDY 7:42
Itu benar. Dan yang menarik, banyaknya area yang ditutup ataupun dibatasi operasionalnya membuat peran Rukita menjadi semakin penting karena beberapa perkantoran dan bisnis tidak punya pilihan selain tetap aktif. Tidak semua orang mampu menjalankan bisnisnya secara digital, sehingga memiliki tempat tinggal jangka panjang yang aman menjadi sangat penting saat ini.

ALAN 8:07
Masuk akal. Sabrina, dapatkah Anda memberikan gambaran tentang pertumbuhan yang telah dicapai Rukita hingga akhir tahun lalu, dan apa target pertumbuhan Anda untuk tahun 2021 dan 2022?

SABRINA SOEWATDY 8:17
Ya, kami telah berkembang dan mengoperasikan 3.000 kamar, dan tingkat okupansi kami stabil di angka 70% untuk properti kami yang sudah matang, artinya bangunan tersebut sudah berumur lebih dari tiga bulan bersama Rukita. Selain itu, jumlah penghuni kami terus meningkat dari bulan ke bulan selama pandemi ini. Pada 2021, kami mewaspadai kondisi pasar dan perkembangan COVID-19 karena kami memahami bahwa pemulihan di Indonesia akan lebih lambat. Namun, kami berharap dengan solusi yang kami tawarkan bagi pemilik properti dan penghuni, kami dapat mulai meningkatkan laju pertumbuhan lagi. Kami memiliki rencana peluncuran sejumlah produk dan tentunya ingin menggandakan model bisnis yang berhasil. Jadi, perusahaan kami bergerak ke arah margin yang sehat dan kami terus melanjutkan model bisnis dengan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

ALAN 9:05
Bagaimana cara Rukita mencapai pertumbuhan tersebut? Di mana saja lokasi unit Rukita di Indonesia? Apakah akan berekspansi secara nasional atau ke luar Indonesia tahun ini atau tahun depan? Apakah kalian mempertimbangkan merek lain untuk kategori demografi lainnya? Apa yang menopang pertumbuhan Rukita ke depan?

SABRINA SOEWATDY 9:26
Kami tentu ingin berekspansi ke wilayah lain di Indonesia karena ini merupakan pasar yang sangat besar. Topografi hunian juga berubah di antara pulau-pulau, sehingga sangat menarik bagi Rukita. Kami ingin memastikan bahwa solusi hunian kami tetap relevan di beragam budaya yang berbeda di Indonesia. Seperti yang Anda ketahui, setiap pulau memiliki hunian dan cara hidup yang berbeda. Dengan pemahaman bahwa solusi hunian adalah hal yang sangat bersifat lokal, kami ingin memastikan bahwa solusi kami tetap relevan dengan budaya lokal seiring dengan ekspansi Rukita. Namun, kami tidak menutup kemungkinan untuk ekspansi ke negara lain ke depannya. Hal yang sangat penting saat ini adalah solusi kami tetap bersifat hyperlocal di wilayah operasional kami.

ALAN 10:15
Dengan berada di pasar terbesar di Asia Tenggara, saya dapat membayangkan hal itu menghasilkan banyak pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Sabrina, bagaimana sebenarnya cara kerja model bisnis Rukita? Bagaimana cara Rukita memperoleh pendapatan?

SABRINA SOEWATDY 10:28
Pendapatan kami berasal dari biaya sewa penghuni dan juga sumber pendapatan lainnya yang berasal dari layanan tambahan kami. 

ALAN 10:45
Pertanyaan saya selanjutnya untuk Sarah adalah, bagaimana rasanya bekerja dengan Sabrina dan sebaliknya?

SARAH SOEWATDY 10:57
Sejujurnya, ini bagus karena kami dapat jujur ​​satu sama lain. Kami tidak perlu menyaring apa pun dan demi kemajuan satu sama lain dan bisnis ini, kami dapat bersikap terus terang tanpa menyinggung satu sama lain.

SABRINA SOEWATDY 11:11
Ya, jadi pada dasarnya, kami berfokus pada kekuatan kami masing-masing dan saya akan selalu mendapatkan opini dan umpan balik yang jujur. Untuk itu, saya merasa sangat diberkati bisa berbagi perjalanan mengelola perusahaan rintisan ini dengannya. Sungguh luar biasa.

ALAN 11:28
Bagus. Bagaimana kalian membagi pekerjaan satu sama lain?

SARAH SOEWATDY 11:33
Sabrina merupakan CEO di Rukita yang bertanggungjawab dalam membuat keputusan akhir. Sedangkan saya menjabat sebagai COO yang mengawasi bidang operasional, Business Development, Customer Excellence, Community, & Owner Relations.

ALAN 11:53
Sepertinya ada pembagian kerja yang bagus di sana. Sebelumnya Anda telah menekankan pentingnya hubungan sosial di Rukita, bisakah Anda menceritakan apa peran dari komunitas, Sarah?

SARAH SOEWATDY 12:05
Di Rukita, kami, penghuni, dan bahkan tim kami disebut dengan "Rukees", dan komunitasnya disebut dengan "Rukita Tribe". Kami mengadakan acara komunitas di setiap properti secara rutin. Namun, selama pandemi, kami membatasi kegiatan komunitas hanya secara virtual. Ini tentu memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman tinggal, terutama bagi seseorang yang menetap di tempat baru. Mereka mungkin tidak mengenal siapapun. Mereka tidak memiliki keluarga atau teman dari tempat asalnya. Jadi mereka akan sangat terhibur ketika berada dalam komunitas. Kami ingin hal ini menjadikan Rukita sebagai rumah kedua bagi para penghuni kami. Kami juga melihat komunitas ini tumbuh secara organik, misalnya, penghuni mengadakan acara sendiri untuk mereka, seperti potluck, jogging pagi, dan bahkan bermain game bersama. Kami merasa senang dan kami ingin memelihara hubungan ini.

ALAN 13:05
Keren sekali, Sarah. Selama beberapa tahun terakhir, vertikal di sektor real estate tech telah memperoleh investasi yang signifikan, mulai dari hotel murah seperti OYO dan RedDoorz, hunian co-living seperti Hmlet dan Cove, hingga sejumlah subkategori lainnya. Di mana posisi Rukita di sektor ini?

SARAH SOEWATDY 13:24
Kami menyediakan solusi menyeluruh bagi pemilik properti dan penghuni. Bagi pemilik properti, kami memberi mereka ketenangan pikiran dengan layanan manajemen kami dari hulu ke hilir. Tak hanya memelihara propertinya, kami juga meningkatkan propertinya dan memberi mereka pendapatan bulanan. Bagi penghuni, kami memberi mereka kemudahan dan kenyamanan hidup yang sesuai dengan kehidupan mereka yang semakin sibuk. Kami menyediakan layanan penuh, seperti pembersihan kamar secara teratur, layanan binatu, dan pemeliharaan serta perbaikan yang dapat mereka pesan dari aplikasi kami.

ALAN 13:57
Sabrina, apa risiko yang paling Anda takuti dalam bisnis ini? Apakah menemukan properti yang layak? Apakah itu mempertahankan orang-orang dengan performa baik di Rukita atau masuknya kompetitor yang lebih besar?

SABRINA SOEWATDY 14:11
Pada dasarnya, saya takut Rukita tidak tumbuh cukup cepat. Menjaga kualitas dan mentalitas yang mengutamakan pelanggan menjadi sangat penting di tengah pertumbuhan Rukita. Kami memiliki banyak ide untuk mendorong pertumbuhan Rukita, seperti strategi untuk menggabungkan lanskap hunian yang terjangkau di Indonesia. Namun,  prioritas utama saat ini adalah fokus dan membuat keputusan yang tepat sehingga perusahaan dapat mencapai kesuksesan dan melalui pandemi ini dengan baik.

ALAN 14:36
Prioritas yang masuk akal. Sarah, kalian sudah melewati program Surge dari Sequoia Capital. Surge merupakan program perkembangan untuk perusahaan rintisan di Asia Tenggara dan India yang menggabungkan $1 juta sampai $2 juta modal awal dengan lokakarya pembangunan perusahaan, perjalanan imersi global, dan dukungan dari sejumlah pendiri perusahaan yang tergabung dalam komunitas. Apa sebenarnya makna Surge bagi kalian, dan apa yang menarik dari keseluruhan pengalaman ini?

SARAH SOEWATDY 15:03
Surge memberikan landasan konkret bagi perusahaan kami. Pengalaman yang tak ternilai ini memberikan contoh praktis yang sangat dibutuhkan sebuah perusahaan rintisan ketika membangun perusahaannya. Mendengar pengalaman pribadi dari para pendiri unicorn, bahkan pendiri decacorn juga mempersiapkan kami untuk apa yang akan dihadapi ke depannya. Tim Surge tentunya yang terbaik, mereka sangat membantu. dan itu telah menjadi bagian integral dari perjalanan kami hingga saat ini. Pengalaman ini adalah pengalaman yang tak ternilai dan luar biasa.

SABRINA SOEWATDY 15:45
Surge sangat luar biasa bagi saya. Jaringan dan bimbingan yang kami dapatkan sangat baik dan nyata, terutama di saat ini, di mana kami membutuhkan dukungan untuk bertukar pikiran tentang cara bernavigasi di pasar yang terus berubah ini. Diskusi dengan para pendiri lainnya juga sangat bermanfaat. Itu benar-benar perjalanan yang luar biasa dan saya sangat merekomendasikannya untuk para pendiri perusahaan rintisan.

ALAN 16:15
Sangat motivatif melihat begitu banyak wanita berbakat memulai perusahaannya di Indonesia. Apa gesekan terbesar yang masih dihadapi pengusaha wanita? Apa saran Anda bagi generasi pendiri wanita berikutnya untuk mengatasi tantangan ini?

SABRINA SOEWATDY 16:31
Menurut saya, pengusaha wanita memerlukan dukungan satu sama lain.

SARAH SOEWATDY 16:36
Dan jangan memperhatikan friksi atau rintangan tersebut. Jangan berkecil hati dengan apa yang dapat menjadi gangguan. Saya sangat beruntung memiliki saudara perempuan saya dan kami tidak membiarkan gender menghalangi jalan kami. Kami melihat seseorang sebagai satu individu dengan bakat dan potensinya. Di Rukita, hampir 50% anggota tim kami adalah perempuan dan banyak di antaranya yang menjadi kepala divisi. Untuk itu, menjaga keseimbangan gender membantu menghindari segala jenis diskriminasi.

ALAN 17:12
Sungguh menyenangkan Anda dapat bergabung dengan kami hari ini, Sabrina dan Sarah. Terima kasih banyak atas waktu dan wawasan Anda.

SARAH SOEWATDY 17:18
Terima kasih banyak, Alan

SABRINA SOEWATDY 17:19
Terima kasih banyak, sungguh menyenangkan.

ALAN 17:22
Luar biasa. Saya sangat menantikan untuk dapat tinggal di unit Rukita setelah perjalanan luar negeri kembali diizinkan, meskipun saya akan menjadi penghuni yang paling tidak keren sepanjang sejarah perusahaan. Saya harap kalian dapat memaafkannya dan tidak keberatan.

SABRINA SOEWATDY 17:34
Kami menyukainya, Anda akan menjadi tamu misterius kami.

ALAN 17:39
Terima kasih telah bergabung dengan kami untuk podcast perdana kami di tahun 2021. Terima kasih telah mendengarkan. Sampai jumpa lagi!

© 2021 by Alan Hellawell